Moskow (KABARIN) - Maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot, akhirnya mulai mengevakuasi warga Rusia yang telantar di Kuba. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu (11/2), dengan rencana pemulangan dimulai Kamis (12/2).
Aeroflot menjadwalkan penerbangan dari Varadero ke Moskow pada 12, 14, 17, 19, dan 21 Februari. Sementara itu, rute Havana–Moskow akan terbang pada 16 Februari. Maskapai juga menegaskan bahwa "semua penerbangan selanjutnya di rute-rute ini akan dibatalkan mulai 24 Februari".
Langkah ini diambil di tengah situasi yang bikin ribuan wisatawan Rusia terjebak di Kuba. Kedutaan Besar Rusia di Kuba terus berkoordinasi dengan kantor perwakilan Aeroflot dan sejumlah pejabat penerbangan Kuba. Mereka juga disebut sudah mengambil berbagai langkah untuk mempermudah proses repatriasi wisatawan Rusia.
Pada Rabu, Wakil Presiden Asosiasi Operator Tur Rusia, Artur Muradyan, mengungkapkan bahwa sekitar 4.800 wisatawan Rusia masih berada di Kuba dan menunggu kepastian pemulangan.
Kondisi di Kuba sendiri sedang tidak ideal. Negara kepulauan itu tengah menghadapi krisis bahan bakar yang parah. Krisis ini dipicu tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara yang mengekspor minyak ke Kuba, sehingga berdampak pada sektor transportasi dan layanan publik, termasuk penerbangan.
Sumber: Xinhua