Partai BNP Raup Mayoritas Besar di Pemilu Bangladesh Setelah Krisis Politik

waktu baca 2 menit

Tokyo (KABARIN) - Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) berhasil meraih mayoritas besar dalam pemilihan parlemen, menurut laporan media Jumat. Kemenangan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan stabilitas politik setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina digulingkan lewat gelombang protes mahasiswa pada 2024.

Pemilu yang digelar Kamis memperebutkan 299 dari 300 kursi parlemen dan menjadi pemungutan suara pertama sejak demonstrasi besar yang menumbangkan pemerintahan Hasina.

Sheikh Hasina sempat melarikan diri ke India pada Agustus 2024 dan digantikan pemerintahan sementara dengan peraih Nobel Muhammad Yunus sebagai penasihat utama.

BNP, yang dipimpin Tarique Rahman—setelah kembali ke Bangladesh pada Desember 2025 usai 17 tahun menjalani pengasingan di Inggris—memenangi lebih dari dua pertiga kursi parlemen, mengungguli Jamaat-e-Islami dan beberapa partai kecil lain.

Sebelumnya, BNP berada di barisan oposisi selama pemerintahan Hasina yang diwarnai kerusuhan mahasiswa terkait kebijakan kuota pekerjaan yang kontroversial.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan ucapan selamat kepada Rahman melalui X dan menegaskan bahwa “India akan terus mendukung Bangladesh yang demokratis, progresif, dan inklusif.”

Satu kursi parlemen akan diputuskan dalam pemungutan suara terpisah setelah kandidat terkait meninggal dunia.

Selain pemilu legislatif, referendum tentang reformasi kelembagaan juga dilaksanakan bersamaan. Hasil awal menunjukkan mayoritas pemilih mendukung perubahan, termasuk transisi ke parlemen bikameral dan pembatasan masa jabatan perdana menteri.

Sumber: KYO

Bagikan

Mungkin Kamu Suka