Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto mengajak jajaran pemerintah untuk menatap pembangunan nasional dengan sikap realistis, mengakui capaian awal sekaligus tantangan yang masih ada setelah lebih dari setahun memimpin.
"Saya mengajak kita untuk realistis. Kita selalu mengatakan kita ingin jadi negara yang maju, benar. Kita ingin menjadi negara maju, tetapi jangan kita berpretensi kita mau mencapai tingkatan yang sama dengan negara-negara yang sudah ratusan tahun sebelum kita mencapai tingkat teknologi dan industri yang sangat maju. Kita punya cita-cita tinggi, tetapi kita punya sikap yang realistis," ucap Prabowo di Jakarta, Jumat.
Pernyataan ini disampaikan saat Prabowo membuka acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta.
Presiden memberi apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan tim serta para menteri terkait atas kerja keras mereka di tahun pertama pemerintahan.
Meski usia pemerintahan masih terbilang singkat, Prabowo menekankan bahwa berbagai langkah pembangunan sudah mulai dirasakan hasilnya.
Menurutnya, pembangunan bangsa ibarat perjalanan panjang yang butuh stamina, kesabaran, keteguhan, dan semangat untuk tidak menyerah.
"Dibutuhkan keberanian untuk mencari akar masalah, dibutuhkan keberanian untuk melihat kenyataan riil, bukan keadaan yang kita harapkan, tetapi keadaan yang nyata. Setelah kita mengerti keadaan yang nyata, dibutuhkan lagi keberanian untuk mengakui kesulitan-kesulitan kita, mengakui kelemahan-kelemahan kita," kata Prabowo.
Presiden menekankan bahwa fondasi yang kuat sudah diletakkan para pendiri bangsa, dan keberagaman suku, ras, serta agama justru menjadi kekuatan yang menjaga persatuan Indonesia dalam mengejar kehidupan lebih baik.
Tugas utama negara, menurut Prabowo, adalah memperjuangkan kehidupan yang layak bagi rakyat.
Dalam upaya menjadikan Indonesia negara maju, ia menegaskan perlunya sikap realistis dan tidak membandingkan tahapannya dengan negara lain yang sudah lebih dulu maju di bidang teknologi dan industri.
"Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita, dan kita kelola, kita jaga, dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita. Dan itu yang saya sebagai kepala pemerintahan, sebagai kepala negara, saya bertekad untuk melaksanakan," kata Prabowo.
Sumber: ANTARA