Meriah dan Penuh Harmoni, Imlek Vaganza 2026 di Sam Poo Kong

waktu baca 2 menit

Inilah bentuk kerja sama. Jadi, saling berbagi adalah sesuatu hal yang baik. Yang penting bukan dinilai dari jumlahnya atau mahalnya. Tapi dari niat baik dari kerja sama ini untuk rakyat Indonesia

Semarang (KABARIN) - Semarang bersinar lebih hangat dari biasanya. Lampion merah bergelantungan, aroma dupa menguar, dan irama barongsai menggema di halaman megah Kelenteng Sam Poo Kong.

Perayaan bertajuk “Imlek Vaganza Harmoni Nusantara” tahun ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya.

Konjen China di Surabaya, Ye Su, mengaku terkesan melihat bagaimana masyarakat Indonesia merayakan Imlek dengan begitu meriah dan penuh antusias.

Menurutnya, perayaan Imlek di Indonesia bukan sekadar tradisi budaya, tapi juga simbol toleransi dan harmoni. Bahkan kini sudah menjadi bagian dari agenda kenegaraan.

“Semoga Imlek bisa terus menjadi jembatan untuk mempererat hubungan kedua negara,” kurang lebih begitu pesan yang disampaikan.

Lebih dari Sekadar Seremoni

Kehadiran Konjen bukan hanya simbolis. Ia juga membuka layanan konsuler tatap muka bagi warga, mulai dari perlindungan hingga pengurusan dokumen.

Yang menarik, Ye Su juga menulis langsung huruf “Fu” — karakter Tionghoa yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan — untuk dibagikan kepada pengunjung yang beruntung. Sentuhan personal yang membuat suasana terasa lebih hangat dan akrab.

Tak ketinggalan, berbagai suvenir seperti boneka, kaos, hingga pin dibagikan kepada pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan seputar budaya dan hubungan Indonesia–Tiongkok.

Harmoni yang Terasa Nyata

Ketua Yayasan Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, menyambut baik partisipasi tersebut. Baginya, kolaborasi seperti ini adalah bentuk nyata kerja sama dan saling berbagi.

Ia bahkan mendorong perusahaan-perusahaan China di kawasan industri Kendal dan Batang untuk turut berkontribusi lewat program CSR bagi masyarakat Semarang.

Karena perayaan budaya, pada akhirnya, bukan hanya soal kemeriahan — tapi juga dampak sosialnya.

Malam yang Semakin Semarak

Mulai pukul 18.00 WIB, tiket masuk digratiskan. Panggung hiburan pun tak kalah meriah dengan penampilan Krisdayanti dan Clarissa Dewi.

Atraksi barongsai dengan 1000 LED yang hanya tampil setahun sekali menjadi salah satu magnet utama malam itu — cahaya yang menari di antara lampion, menyatukan tradisi dan teknologi dalam satu panggung.

Di tengah gemerlapnya, Imlek di Sam Poo Kong kembali membuktikan satu hal: perayaan budaya bisa menjadi ruang pertemuan, saling menghormati, dan memperkuat harmoni Nusantara.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka