Jakarta (KABARIN) - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha mengaku sangat kecewa setelah timnya gagal menjaga tren positif usai kalah 0-2 dari Dewa United pada pekan ke-21 BRI Super League, Sabtu. Kekalahan ini terjadi saat PSM bermain di kandang sendiri.
Melalui instagram resmi klub, Minggu, Trucha mengatakan seharusnya PSM bisa melanjutkan performa bagus setelah meraih kemenangan atas PSBS Biak di laga sebelumnya.
"Sebelumnya kami menang melawan Biak, seharusnya ini menjadi momentum, tapi semuanya terbuang sia-sia. Kami tentunya akan memperbaikinya," ungkap Trucha.
Pada pertandingan tersebut, PSM harus mengakui keunggulan Dewa United lewat gol Vico Duarte dan Alex Martins. Situasi semakin berat setelah PSM bermain dengan 10 orang sejak menit ke-75 usai Victor Luiz diganjar kartu merah.
Trucha juga menilai penampilan timnya sudah buruk sejak awal laga. Menurutnya, PSM terlalu pasif dan membiarkan Dewa United menguasai permainan.
"Kami cuma melihat Dewa United memainkan bola, itu seperti mengirimkan sinyal kepada mereka, kita tinggal menunggu mereka mencetak gol. Setelah babak pertama kami melakukan beberapa perbaikan, kami melakukan beberapa pergantian pemain," jelas Trucha.
Ia menambahkan, meski ada sedikit peningkatan di babak kedua, hal itu belum cukup untuk memberi tekanan berarti ke pertahanan lawan.
"Mungkin dalam hal penguasaan bola kami bisa sedikit lebih baik, namun tidak cukup untuk memberikan tekanan ke pertahanan Dewa United. Dan kartu merah terjadi pada insiden itu. Terkait hasil, kami ingin meminta maaf kepada fans kami," tambahnya.
Hasil ini membuat PSM Makassar tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara Super League dengan 23 poin dari 21 pertandingan, masih unggul delapan poin dari zona degradasi.
Selanjutnya, PSM akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Persija Jakarta pada pekan ke-22 Super League di Stadion JIS, Jakarta, Jumat (20/2) pukul 20.30 WIB.
Sumber: ANTARA