Jakarta (KABARIN) - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengantisipasi temuan-temuan narkoba jenis baru atau new psychoactive substances (NPS) dengan meluncurkan early warning system yang berjalan di dalam website BNN.
Kepala Pusat Laboratorium BNN RI Brigjen Pol. Supiyanto menjelaskan temuan NPS akan diperingatkan melalui website tersebut dan masyarakat luas akan mengetahui langsung perkembangan dari peredaran serta penyalahgunaan narkoba.
"Itu menjadi antisipasi kita makanya kita juga membuat suatu sistem namanya early warning system terkait dengan NPS ini. Itu website kami sudah ada. Jadi, setiap ada penemuan NPS baru akan kita alert, kita masukkan di dalam website kami sehingga masyarakat siapa pun bisa melihat perkembangan NPS yang ada di Indonesia," ujarnya dalam wawancara cegat di Gedung BNN RI, Jakarta, Rabu.
Dalam website tersebut, Supiyanto menjelaskan temuan NPS terjadi setiap tahun. Pembuatan NPS sendiri di Indonesia bisa dilakukan pada clandestine lab serta terdapat penyelundupan dari luar ke dalam.
"Artinya bahwa setiap tahun itu ada temuan-temuan NPS baru yang ada di Indonesia. Itu bisa juga dibuat di Indonesia melalui clandestine lab atau juga melalui penyelundupan-penyelundupan dari luar negeri," ujar dia.
Selain itu, Supiyanto mengungkap bahwa data BNN RI telah mengidentifikasi 100 dari 1.444 jenis narkotika baru di Indonesia.
"Ya, jadi tepatnya kalau per hari ini itu sudah ada 1.444 jenis narkoba baru, kita sudah mengidentifikasi 100 NPS. Jadi, jenis baru di luar yang narkotika yang biasa, di luar ganja, di luar sabu, di luar itu sudah kita menemukan 100 jenis," tuturnya.
Sumber: ANTARA