Jakarta (KABARIN) - Ibadah Puasa Bulan Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 resmi dimulai hari ini. Umat Muslim di seluruh dunia tentunya menjalani ibadah di bulan suci ini dengan penuh kekhidmatan dan rasa bahagia.
Terlepas dari sisi spiritual dan kemuliaan di bulan suci ini, terdapat sederet manfaat untuk kehidupan yang bisa dipetik dari ibadah puasa ini, salah satunya adalah kesehatan, bukan hanya fisik, namun juga kesehatan mental.
Mungkin di antara kalian belum banyak yang tau kalau ternyata menjalankan puasa bisa berdampak baik pada mental kita. Tidak hanya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, puasa juga baik untuk psikologis orang yang menjalankannya. Ini karena puasa menuntut pelakunya untuk menghindari hal-hal yang buruk untuk dirinya.
Yes, puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus. Ada efek biologis dan psikologis yang bikin kondisi mental kamu bisa jadi lebih stabil dan sehat selama menjalankannya.
Apa Itu Kesehatan Mental?
Sebelum bahas lebih jauh, penting buat tahu dulu apa itu kesehatan mental. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah kondisi sejahtera secara psikologis, di mana seseorang mampu menyadari potensinya, mengatasi tekanan hidup yang wajar, bekerja dan belajar dengan baik, serta berkontribusi pada lingkungan sosialnya.
Artinya, kesehatan mental bukan cuma soal “gak stres” atau “gak depresi”. Ini soal bagaimana kamu berpikir, merasa, mengambil keputusan, sampai menjalin hubungan dengan orang lain.
Puasa dan Mekanisme Biologis di Baliknya
Saat puasa, tubuh gak mendapat asupan makanan dan minuman selama lebih dari 10 jam. Energi yang biasanya dipakai buat mencerna makanan jadi lebih efisien dan bisa dialihkan untuk fungsi lain, termasuk fungsi otak.
Beberapa penelitian menyebut puasa, yang polanya mirip dengan intermittent fasting, bisa memicu pelepasan hormon yang berperan dalam regulasi suasana hati. Studi dalam jurnal Disease Markers menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu memperbaiki regulasi mood dan kesejahteraan mental.
Secara biologis, puasa juga meningkatkan produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang sering dijuluki “pupuk otak”. BDNF membantu pertumbuhan dan perbaikan sel-sel otak. Kadar BDNF yang rendah sering dikaitkan dengan depresi dan gangguan neurologis seperti Alzheimer.
Selain itu, puasa memengaruhi produksi serotonin dan dopamin, dua hormon yang sangat berperan dalam mengatur mood. Bahkan, kadar hormon stres kortisol bisa menurun secara signifikan selama puasa.
Tapi perlu diingat, manfaat ini gak cuma datang dari sekadar menahan makan dan minum. Pola makan sehat saat sahur dan berbuka, ditambah aktivitas fisik yang cukup, tetap jadi kunci utama.
Bagaimana Puasa Bantu Mental Kamu?
Berikut beberapa dampak positif puasa Ramadhan buat kesehatan mental:
1. Bikin Kamu Lebih Mindful dan Sadar Diri
Puasa bikin kamu lebih peka terhadap rasa lapar, haus, dan emosi yang muncul. Ini melatih kesadaran diri (mindfulness), yang bisa membantu kamu lebih menghargai hidup dan meningkatkan rasa syukur.
2. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Selama puasa, fokus kamu cenderung bergeser ke ibadah dan aktivitas positif. Ini otomatis mengurangi paparan stresor eksternal. Ditambah lagi, pelepasan endorfin saat puasa bisa bikin perasaan lebih tenang dan pikiran lebih jernih.
3. Melatih Disiplin dan Kontrol Diri
Menahan diri hampir 14 jam setiap hari jelas bukan hal yang mudah. Tapi justru di situ latihannya. Puasa membantu kamu mengembangkan self-control yang berguna banget di kehidupan sehari-hari. Ketika kamu berhasil melewatinya, rasa percaya diri pun ikut naik.
4. Meningkatkan Empati dan Kepedulian Sosial
Saat kamu merasakan lapar dan haus, kamu jadi lebih paham kondisi orang yang kurang beruntung. Empati ini mendorong perilaku prososial seperti berbagi dan bersedekah, yang menurut American Psychological Association juga berdampak positif pada kesejahteraan mental.
5. Kualitas Tidur Jadi Lebih Baik
Dengan pola makan yang lebih teratur dan ibadah malam seperti tarawih, tubuh dan pikiran jadi lebih siap untuk beristirahat. Hasilnya, kualitas tidur bisa ikut membaik.
6. Koneksi Spiritual Makin Kuat
Ramadhan identik dengan peningkatan ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur’an. Keterlibatan spiritual ini, menurut berbagai literatur seperti Handbook of Religion and Health, berkaitan dengan penurunan risiko depresi dan peningkatan kesehatan mental.
7. Mengaktifkan Proses Autophagy
Puasa juga memicu proses autophagy, yaitu mekanisme pembersihan sel-sel rusak dalam tubuh. Proses ini berperan dalam mencegah penyakit degeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer, sekaligus membantu regenerasi sel yang lebih sehat.
Jadi, Puasa Itu Cuma Soal Nahan Lapar?
Jelas enggak. Puasa Ramadhan adalah ibadah yang punya dimensi spiritual sekaligus dampak ilmiah bagi tubuh dan mental kamu. Dari peningkatan hormon bahagia, penurunan stres, sampai latihan disiplin dan empati, semuanya berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih stabil.
Agar manfaatnya maksimal, jalani puasa dengan pola makan yang seimbang, cukup istirahat, dan tetap aktif secara fisik. Karena pada akhirnya, Ramadhan bukan cuma tentang menahan diri, tapi juga tentang membentuk versi diri yang lebih kuat, secara spiritual maupun mental.
Sumber: ANTARA