Washington (KABARIN) - Amerika Serikat menarik seluruh pasukannya yang berjumlah sekitar 1.000 orang dari Suriah, demikian dilaporkan The Wall Street Journal pada Rabu, mengutip tiga pejabat AS.
Menurut laporan tersebut, Pentagon sebelumnya pada bulan ini telah menarik semua tentara AS dari pangkalan Al-Shaddadi di Suriah timur laut dan dari garnisun Al Tanf, sebuah pos terdepan strategis di perbatasan Suriah, Yordania, dan Irak.
Dalam dua bulan ke depan, semua pasukan AS yang tersisa akan meninggalkan Suriah, mengakhiri kehadiran militer AS selama satu dekade yang menurut Gedung Putih tidak lagi diperlukan di negara tersebut, demikian disampaikan dua pejabat AS kepada The Wall Street Journal.
Para pejabat mengatakan penarikan tersebut tidak terkait dengan pengerahan besar-besaran militer AS di Timur Tengah baru-baru ini untuk potensi serangan terhadap Iran.
Pasukan AS pertama kali dikerahkan ke Suriah pada 2014 di bawah komando presiden saat itu, Barack Obama, dengan tujuan memerangi ISIS di tengah perang saudara yang berkecamuk di Suriah.
Selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, jumlah pasukan AS di Suriah secara bertahap telah dikurangi.
Sumber: Xinhua