Jakarta (KABARIN) - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH makin aktif membawa nama Indonesia ke level internasional lewat keikutsertaannya di Makkah Halal Forum 2026 yang digelar di Makkah, Arab Saudi.
Ajang global ini dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk memperluas pengaruh Indonesia dalam pengembangan industri halal dunia, sekaligus memperkuat kerja sama lintas negara di sektor jaminan produk halal.
“Partisipasi BPJPH pada Makkah Halal Forum 2026 menjadi bagian dari strategi diplomasi halal internasional Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal global yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Forum tersebut mempertemukan banyak aktor penting di industri halal dunia, mulai dari regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku usaha, akademisi, hingga investor dari berbagai negara. Menurut Haikal, momen ini menjadi peluang besar untuk membuka kolaborasi baru dan memperluas jaringan kerja sama internasional.
Ia menilai kehadiran BPJPH di forum ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok halal global serta mendorong perdagangan produk halal ke pasar dunia.
Haikal juga menegaskan bahwa potensi Indonesia sebagai pusat halal dunia sangat besar, bukan hanya karena jumlah penduduk Muslim yang besar, tetapi juga karena sistem regulasi yang terus diperkuat melalui implementasi Jaminan Produk Halal yang terintegrasi.
“Kita tidak hanya ingin menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi produsen dan pusat referensi halal global,” ujar Haikal.
Dalam forum tersebut, BPJPH juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Saudi Halal Center di bawah Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral, termasuk integrasi sistem dan pengakuan kelembagaan antarnegara.
“Selain itu, juga dalam rangka penguatan kerja sama bilateral integrasi sistem, serta penguatan pengakuan kelembagaan kedua negara,” kata Haikal.
Ia menambahkan, forum halal internasional ini bukan hanya ajang diskusi, tetapi juga ruang kolaborasi jangka panjang yang penting bagi masa depan industri halal global.
“Indonesia siap menjadi mitra utama dalam membangun tata kelola halal global yang saling terhubung, saling percaya, dan saling menguatkan,” kata Haikal.
Sumber: ANTARA