PHRI: Tren Booking Hotel Dadakan Bikin Okupansi Sulit Diprediksi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan tren pemesanan kamar hotel yang dilakukan di menit-menit terakhir kini makin sering terjadi. Kebiasaan ini membuat tingkat okupansi hotel jadi lebih sulit diprediksi, terutama di periode tertentu.

"Di era sekarang itu memang agak sedikit rumit untuk memprediksi dari sisi reservasi, karena lonjakan (keterisian kamar) itu bisa terjadi di menit-menit terakhir (last minutes)," kata Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurut Yusran, fenomena ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang banyak bepergian lewat jalur darat menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi tersebut kerap memicu kepadatan, terutama untuk perjalanan lintas provinsi.

Karena lebih fleksibel, wisatawan cenderung menunda rencana hingga mendekati hari keberangkatan. Mereka biasanya membandingkan harga dan fasilitas lewat berbagai platform reservasi digital sebelum akhirnya memutuskan.

"Ini berbeda dengan yang menggunakan transportasi udara, dimana mereka sudah lebih dulu harus membuat rencana perjalanan di awal, sehingga karena mereka sudah membeli tiket, mereka ingin kemana akan lebih terencana," katanya.

Soal kemungkinan pembatalan, Yusran memastikan hotel umumnya sudah memiliki aturan dan skema tersendiri terkait pembatalan reservasi kamar.

"Saat ini wisatawan tinggal membuka berbagai platform dan membandingkan, mereka melihat fasilitas termasuk harganya mereka bisa cepat memutuskan hanya dengan beberapa menit. Jadi ini tidak menyulitkan dan justru hotel dengan platform digital tersebut kan juga bisa bermain dengan promonya," tambahnya.

Beragam promo dan paket menarik dari hotel pun dinilai bisa mengubah keputusan wisatawan dalam waktu singkat.

Meski begitu, Yusran menilai pemesanan kamar lebih awal tetap menjadi pilihan bijak. Selain menghindari lonjakan permintaan mendadak, wisatawan juga bisa mengantisipasi kenaikan harga saat periode ramai perjalanan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka