Mencium Bayi Bisa Bawa Risiko Penyakit, Ini Penjelasan Dokter

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Bayi memang sering terlihat lucu dan bikin gemas, sampai banyak orang refleks ingin mencium sebagai bentuk kasih sayang. Tapi kebiasaan ini ternyata tidak selalu aman, apalagi jika dilakukan di area wajah, bibir, atau tangan, karena bisa meningkatkan risiko penularan infeksi.

Dokter keluarga sekaligus kreator konten kesehatan asal Inggris, Dr. Sermed Mezher, mengingatkan bahwa mencium bayi bukan sekadar soal ekspresi sayang, tetapi juga soal risiko kesehatan yang sering diremehkan, terutama oleh orang dewasa yang merasa tubuhnya sehat.

“Untuk melindungi bayi, banyak dokter anak merekomendasikan kebijakan ‘tanpa ciuman’ bagi siapa pun yang bukan pengasuh utama, terutama di wajah atau tangan, terlepas dari ada atau tidaknya luka yang terlihat,” kata Dr. Sermed Mezher, sebagaimana dikutip laporan Hindustan Times, Selasa (24/2).

Ia menjelaskan, luka kecil di bibir seperti cold sore atau lepuhan yang terlihat sepele bisa menjadi pintu masuk penularan virus berbahaya pada bayi. Cold sore sendiri disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), yang sangat mudah menular lewat kontak dekat seperti ciuman atau sentuhan kulit.

Virus ini juga tidak benar-benar hilang meskipun luka sudah sembuh. HSV-1 bisa “tidur” di sistem saraf dan aktif kembali kapan saja, sehingga infeksi dapat muncul berulang kali. Bahkan, penularan tetap bisa terjadi meski tidak ada tanda luka yang terlihat di kulit.

“Cold sore adalah jenis herpes. Penyakit ini sangat menular dan dapat ditransmisikan melalui sentuhan. Kita bisa mengobati cold sore saat kambuh, tetapi itu tidak sepenuhnya menghilangkan virus,” kata Sermed Mezher.

“Virus tersebut bisa kembali ke bagian belakang tulang belakang yang disebut ganglion akar dorsal dan tinggal di sana sampai tubuh kembali rentan sehingga memicu kekambuhan,” tambah dia.

Menurut Mezher, kondisi ini dikenal sebagai asymptomatic shedding, yaitu saat virus tetap keluar dari tubuh dan menyebar tanpa menimbulkan gejala apa pun. Artinya, seseorang bisa menularkan virus tanpa sadar, bahkan ketika merasa sedang sehat.

Virus dapat menyebar lewat air liur, ciuman, atau kontak langsung dengan bibir. Inilah yang membuat penularan sering terjadi tanpa disengaja.

Ia juga menekankan bahwa sebagian besar orang di dunia merupakan pembawa virus ini tanpa disadari. Karena itu, risiko justru lebih besar bagi bayi yang sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna.

“Sekitar dua pertiga populasi adalah pembawa virus ini, dan Anda bahkan bisa menularkannya saat tidak sedang mengalami infeksi aktif. Kehati-hatian sangat penting saat mencium bayi orang lain, karena bayi baru lahir memiliki sistem imun yang sangat belum matang,” tegas dia.

Pada orang dewasa, HSV-1 biasanya hanya menimbulkan gangguan ringan. Namun pada bayi, virus ini bisa menyebabkan herpes neonatal yang berbahaya dan berpotensi fatal. Infeksi dapat menyebar ke otak atau organ dalam, memicu meningitis virus hingga kegagalan organ.

Karena itu, Dr. Mezher menyarankan untuk menghindari mencium bayi orang lain atau berbagi barang dengan mereka, mengingat betapa mudahnya virus menyebar lewat kontak yang terlihat tidak berbahaya.

Bahkan, sejumlah dokter merekomendasikan aturan tanpa ciuman bagi siapa pun selain pengasuh utama.

“Mari kita biasakan untuk tidak mencium anak orang lain sama sekali, karena kasih sayang bisa ditunjukkan tanpa menggunakan bibir,” tutur dia.

Sumber: HindustanTimes

Bagikan

Mungkin Kamu Suka