AS Kenakan Sanksi Baru ke Iran, Target Penjualan Minyak dan Senjata

waktu baca 1 menit

Washington (KABARIN) - Amerika Serikat mengumumkan sanksi terbaru terhadap lebih dari 30 orang, perusahaan, dan kapal yang terlibat dalam penjualan minyak Iran secara "ilegal" serta mendukung produksi rudal balistik dan senjata canggih.

Kantor Pengendalian Aset Asing Departemen Keuangan AS menyebut sanksi ini menargetkan 12 kapal beserta pemilik dan operatornya. Selain itu, sejumlah jaringan yang membantu Korps Garda Revolusi Iran dan Kementerian Pertahanan dalam mendapatkan bahan baku serta mesin sensitif juga masuk daftar sanksi.

Hal ini bertujuan untuk membatasi kemampuan Iran memproduksi rudal balistik, senjata konvensional canggih, dan menyebarkan drone ke negara lain.

Tahun lalu, AS sudah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 875 orang, kapal, dan pesawat dalam kampanye “tekanan maksimum” terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Amerika tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir dan menuding Iran tengah mengembangkan rudal yang bisa menjangkau wilayah AS.

Putaran baru pembicaraan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung Kamis ini di Jenewa, yang diperkirakan fokus pada program nuklir Iran, mulai dari tingkat pengayaan uranium hingga kemungkinan pencabutan sanksi.

Banyak analis melihat pertemuan ini sebagai peluang diplomatik terakhir sebelum risiko operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran meningkat.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka