Washington (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan hubungan antara AS dan Armenia kini memasuki fase baru yang dinilai lebih positif dibanding sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Rubio pada Rabu setelah kunjungannya ke Yerevan sehari sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, Rubio bersama Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan mengumumkan perjanjian kerangka kerja bilateral terkait Trump Route for International Peace and Prosperity atau TRIPP.
Selain itu, kedua negara juga menandatangani Piagam Kemitraan Strategis Komprehensif serta nota kesepahaman kerja sama di sektor mineral penting.
"Kami melihat munculnya hubungan baru yang hebat dengan Armenia, yang sempat stagnan dalam waktu sangat lama," kata Rubio dalam rapat kabinet.
Di sisi lain, hubungan Armenia dengan Rusia justru mulai memanas setelah Yerevan menunjukkan keinginan bergabung dengan Uni Eropa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow telah memperingatkan Armenia soal kemungkinan dibatalkannya perjanjian kerja sama tahun 2013 terkait gas, produk minyak bumi, dan berlian mentah jika Armenia terus melanjutkan proses aksesi ke Uni Eropa.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyebut langkah Armenia menuju UE bisa membuat negara tersebut kehilangan sejumlah keuntungan kerja sama ekonomi dengan Rusia, termasuk harga gas khusus dalam kerangka Uni Ekonomi Eurasia.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan sendiri beberapa kali menegaskan keinginan negaranya untuk menjadi bagian dari Uni Eropa meski harus memenuhi berbagai standar dan persyaratan dari blok tersebut.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menegaskan Armenia tidak memungkinkan menjadi anggota Uni Eropa dan EAEU secara bersamaan.
Sumber: SPU