New York (KABARIN) - Pemimpin Minoritas DPR Amerika Serikat, Hakeem Jeffries, menuding Presiden Donald Trump berbohong terkait program nuklir Iran.
Jeffries menyampaikan hal ini kepada wartawan pada Selasa waktu setempat usai sesi pengarahan anggota senior Kongres bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Dia menyoroti klaim Trump sebelumnya bahwa serangan tahun lalu "benar-benar dan telah menghancurkan total" kemampuan nuklir Iran.
"Jelas dia (Trump) telah berbohong kepada rakyat Amerika, atau saat ini dia berbohong. Saya berencana mendesak mereka terkait dengan klaim yang dibuat sendiri oleh Donald Trump tentang program nuklir Iran dan betapa mendesaknya situasi saat ini," ujar Jeffries.
Hari itu juga, Menlu Rubio mengadakan pertemuan dengan para pemimpin DPR dan Senat, termasuk ketua dan anggota senior komite intelijen yang tergabung dalam kelompok yang dikenal sebagai "Gang of Eight". Kelompok ini terdiri atas delapan pejabat senior Kongres AS yang secara hukum mendapat pengarahan tentang informasi intelijen dan keamanan paling sensitif.
Isu nuklir Iran kembali mencuat setelah perang 12 hari yang melibatkan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Teheran. Meski begitu, negosiasi tidak langsung antara Iran dan Washington tetap berlanjut di bawah mediasi Kesultanan Oman.
Putaran pertama digelar di Muscat pada 6 Februari, diikuti putaran kedua di Jenewa pada 17 Februari yang berlangsung sekitar 3 jam 30 menit. Kedua pertemuan dilakukan secara tidak langsung dengan Oman sebagai mediator.
Putaran pembicaraan lanjutan direncanakan berlangsung Kamis ini di Jenewa, menandai upaya berkelanjutan kedua negara untuk meredam ketegangan.
Sumber: IRNA