Maskapai Belanda KLM Tangguhkan Penerbangan ke Israel Mulai 1 Maret

waktu baca 2 menit

Yerusalem (KABARIN) - Maskapai penerbangan asal Belanda, KLM, mengumumkan akan menghentikan sementara seluruh penerbangan menuju Israel mulai 1 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan pada Rabu (25/2) malam waktu setempat.

Dalam pernyataan resminya, KLM menyebut kondisi saat ini membuat operasional penerbangan ke Tel Aviv tidak lagi memungkinkan untuk dijalankan secara optimal.

Maskapai tersebut menjelaskan bahwa "mengoperasikan penerbangan ke Tel Aviv tidak layak secara komersial dan operasional" saat ini.

KLM memastikan para penumpang yang terdampak kebijakan ini tidak akan dibiarkan tanpa solusi. Maskapai akan menghubungi setiap penumpang secara langsung untuk memberikan pilihan penjadwalan ulang penerbangan atau pengembalian dana tiket.

"KLM akan terus memantau perkembangan dan akan meninjau kembali keputusan ini sesuai dengan kondisi yang ada," bunyi pernyataan tersebut.

Langkah ini sebenarnya bukan yang pertama dilakukan KLM dalam beberapa waktu terakhir. Pada 23 Januari lalu, maskapai tersebut sempat menangguhkan penerbangan ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Israel, yang saat itu disebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian akibat "situasi geopolitik."

Seiring perkembangan kondisi, KLM kemudian kembali membuka rute penerbangan ke Arab Saudi pada akhir Januari. Penerbangan menuju Israel juga sempat dilanjutkan pada awal Februari sebelum akhirnya kembali dihentikan sementara mulai Maret.

Keputusan ini mencerminkan bagaimana maskapai internasional terus menyesuaikan operasional mereka dengan dinamika keamanan dan stabilitas kawasan. Faktor geopolitik, keselamatan operasional, hingga pertimbangan bisnis menjadi alasan utama maskapai global mengambil langkah penangguhan rute tertentu.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka