Moskow (KABARIN) - Seorang warga negara Rusia ditangkap di Vietnam karena diduga mencuri bagasi milik penumpang lain di bandara. Jika terbukti bersalah, pria tersebut terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.
Kabar penangkapan itu dilaporkan kantor berita RIA Novosti pada Kamis (28/5).
Konsul Jenderal Rusia di Kota Ho Chi Minh, Timur Sadykov, mengidentifikasi pria tersebut sebagai Alexander Gorb.
"Menurut hukum pidana Vietnam, hukuman untuk tindak pencurian berkisar antara tiga hingga 20 tahun penjara, tergantung pada besarnya kerugian," kata Sadykov.
Ia menjelaskan bahwa pihak diplomatik Rusia saat ini sedang bekerja sama dengan otoritas Vietnam untuk memastikan hak-hak warga negaranya tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
Sebelumnya, media Vietnam melaporkan bahwa seorang warga Rusia ditangkap atas dugaan mencuri bagasi milik warga negara asing lainnya di Bandara Kota Ho Chi Minh.
Menurut laporan tersebut, tersangka diduga beberapa kali menggunakan modus yang sama. Ia disebut datang dari Thailand tanpa membawa barang bawaan, lalu mengambil tas bermerek milik penumpang lain dari area ban berjalan bagasi.
Kasus ini langsung menarik perhatian publik karena aksi tersebut diduga dilakukan berulang kali dengan pola yang cukup rapi.
Hingga kini, pihak berwenang Vietnam masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pencurian tersebut.
Sumber: SPU