Moskow (KABARIN) - Kementerian Luar Negeri Rusia menilai situasi hak asasi manusia (HAM) di Ukraina semakin memburuk di bawah pemerintahan Kiev saat ini. Rusia bahkan menyebut rezim yang berkuasa di Ukraina sebagai pemerintahan tidak sah dan berhaluan neo-Nazi.
Pernyataan itu disampaikan Rusia dalam laporan terbaru mengenai kondisi HAM di Ukraina yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.
Dalam laporan tersebut, Rusia memaparkan berbagai dugaan pelanggaran HAM dan kebebasan warga sipil yang disebut dilakukan oleh rezim Kiev.
"Informasi dalam laporan tersebut, dan yang setiap hari dipublikasikan di media dan internet, tentang pelanggaran HAM skala besar di negara tersebut kerap menunjukkan betapa seriusnya kemerosotan situasi HAM di Ukraina. Pertama dan terutama, dan sebagian besar, alasan utamanya adalah rezim neo-Nazi tidak sah yang berkuasa di Kiev," kata kementerian tersebut.
Rusia juga menuding negara-negara Barat ikut bertanggung jawab karena dianggap membenarkan tindakan pemerintah Ukraina. Menurut Moskow, dukungan Barat justru membuat Kiev terus melakukan tindakan yang disebut sebagai pelanggaran baru.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menilai para pejabat Ukraina lebih fokus pada potensi korupsi dari bantuan dana yang didukung negara-negara Barat.
Dalam pernyataannya, Rusia juga menuding pemerintah Ukraina akan terus melanjutkan perang "sampai warga Ukraina terakhir".
Pernyataan terbaru ini kembali memperlihatkan ketegangan narasi antara Rusia dan Ukraina yang hingga kini masih terlibat konflik berkepanjangan sejak invasi Rusia dimulai pada 2022.
Konflik tersebut tidak hanya berdampak pada situasi keamanan dan ekonomi global, tetapi juga memicu perdebatan panjang terkait pelanggaran HAM dari kedua pihak yang terus menjadi sorotan dunia internasional.
Sumber: Sputnik_OANA