Adnan/Indah Evaluasi Kesalahan Usai Gagal di 16 Besar Indonesia Open

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil akan mengevaluasi kesalahan sendiri setelah tersingkir pada babak 16 besar BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026.

Adnan/Indah kalah dari unggulan pertama asal China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping melalui pertarungan tiga gim 14-21, 21-17, 18-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

"Evaluasinya kami harus mengurangi buang-buang bola yang harusnya tidak mati. Terlalu banyak bola yang seharusnya masuk. Hal-hal kecil itu sangat berpengaruh di level seperti ini," kata Indah seusai pertandingan.

Indah mengatakan kesalahan-kesalahan kecil menjadi salah satu catatan penting setelah menghadapi pasangan papan atas dunia. Menurut dia, bola-bola yang seharusnya masih bisa dikembalikan tidak boleh mudah hilang pada pertandingan level tinggi.

Adnan/Indah sempat memberikan perlawanan ketat kepada Feng/Huang. Setelah kehilangan gim pertama, mereka mampu bangkit pada gim kedua dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Pada gim ketiga, Adnan/Indah juga sempat tertinggal cukup jauh sebelum menemukan ritme permainan. Namun, mereka belum mampu menjaga ketenangan ketika jarak poin mulai mendekat pada fase akhir.

"Sangat disayangkan ya, kami kurang bisa mengontrol pada saat sudah mepet poinnya di gim ketiga. Ketika tertinggal jauh, kami bermain nothing to lose dan malah dapat ritmenya," kata Adnan.

Indah mengatakan dirinya dan Adnan seharusnya bisa lebih tenang ketika memasuki poin-poin krusial. Terutama ketika mereka mulai mendekati perolehan angka pasangan China tersebut pada gim ketiga.

"Pastinya belum puas karena masih kalah, tapi kami sudah mencoba yang terbaik. Kami harusnya bisa sedikit lebih tenang ketika poinnya sudah dekat, kayak di poin 17-18 tadi gim ketiga," ujar Indah.

Kekalahan dari Feng/Huang menjadi catatan perbaikan bagi Adnan/Indah untuk menghadapi turnamen berikutnya. Mereka perlu menjaga akurasi, mengurangi kesalahan sendiri, dan lebih tenang saat mendapat momentum melawan pasangan unggulan.

Hasil tersebut membuat langkah Adnan/Indah terhenti pada babak 16 besar turnamen level BWF World Tour Super 1000 itu. Senasib, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga tersingkir di fase yang sama setelah kalah dari unggulan keenam asal China Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 17-21, 9-21.

Ganda campuran kini bertumpu pada Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang masih berhadapan dengan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dari Malaysia pada babak kedua.

Baca juga: Servis Jadi Persoalan Amri/Nita di Indonesia Open 2026

Baca juga: Rachel/Febi Matangkan Komunikasi Jelang Hadapi Ana/Trias

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka