Servis Jadi Persoalan Amri/Nita di Indonesia Open 2026

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Persoalan servis, baik mengirim maupun menerima, menjadi pekerjaan rumah ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah setelah terhenti pada babak 16 besar BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026.

Amri/Nita kalah dari unggulan keenam asal China Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 17-21, 9-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

"Hari ini kami banyak kalah karena servis. Ini harus diperbaiki," kata Amri seusai pertandingan.

Amri mengatakan permainan mereka sebenarnya sempat berjalan cukup baik pada awal gim pertama. Namun, sejumlah kesalahan sendiri membuat Guo/Chen mendapat momentum untuk mengembangkan permainan.

"Sebenarnya gim pertama sudah cukup baik, startnya sudah bagus, tapi ada kesalahan-kesalahan yang kami buat dan itu bikin mereka percaya diri untuk mengeluarkan kemampuan mereka," ujar Amri.

Menurut Amri, kepercayaan diri lawan yang makin meningkat membuat mereka berada dalam tekanan. Kondisi itu kemudian membuat Amri/Nita sulit keluar dari pola permainan pasangan China tersebut.

"Akhirnya kami banyak dapat tekanan. Kami juga tidak bisa keluar dari tekanan, kami buangnya jadi salah sendiri, jadi mati-mati sendiri," kata Amri.

Amri mengatakan banyaknya kesalahan pada gim pertama ikut memengaruhi kepercayaan diri mereka saat memasuki gim kedua. Setelah kehilangan momentum, Amri/Nita semakin kesulitan mengimbangi tekanan Guo/Chen.

"Itu yang bikin kami enggak percaya diri di awal gim kedua," ujar Amri.

Nita mengatakan variasi tempo servis Guo/Chen cukup mengganggu ritme permainan mereka. Menurut dia, pasangan China itu mampu memainkan tempo servis dengan baik sehingga membuat mereka tidak selalu nyaman dalam memulai reli.

"Variasi tempo servis mereka cukup mengganggu saya. Kadang dipercepat, kadang diperlambat. Karena kadang ada yang kami baru siap, mereka sudah servis. Lalu ketika kami sudah benar siap, tapi mereka melamakan pertandingan. Itu lumayan mengganggu," kata Nita.

Baca juga: Putri KW Ubah Pola Permainan untuk Kalahkan Michelle Li

Kekalahan tersebut membuat Amri/Nita membawa evaluasi dari Indonesia Open, terutama terkait kesiapan dalam bola pertama. Servis dan terima servis menjadi bagian yang perlu dibenahi agar mereka tidak mudah berada dalam tekanan sejak awal reli pada turnamen berikutnya.

Selain itu, Amri/Nita juga perlu memperbaiki ketenangan ketika lawan mulai mendapat momentum. Kesalahan sendiri yang muncul pada fase penting pertandingan menjadi salah satu catatan agar mereka bisa lebih konsisten menghadapi pasangan unggulan.

Pada pertandingan lainnya nasib serupa juga dialami Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang harus angkat koper di 16 besar setelah kalah dari unggulan pertama asal China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dengan skor 14-21, 21-17, 18-21.

Baca juga: Tiwi/Fadia Jadikan Dukungan Penonton Sebagai Modal ke Perempat Final

Baca juga: Rachel/Febi Matangkan Komunikasi Jelang Hadapi Ana/Trias

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka