Washington (KABARIN) - Pemerintah Inggris mengambil langkah krusial di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan negaranya akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer Inggris untuk kepentingan pertahanan.
Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya serangan rudal Iran di kawasan Teluk yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas.
“Amerika Serikat telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan Inggris demi tujuan defensif yang spesifik dan terbatas itu" kata Starmer dalam sebuah pernyataan.
Ia menegaskan, Inggris menerima permintaan tersebut sebagai upaya mencegah ancaman terhadap warga sipil dan menjaga stabilitas kawasan.
“Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh kawasan, menewaskan warga sipil tak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan menyerang negara-negara yang tidak terlibat,” kata Starmer dalam sebuah pernyataan.
Menurut Starmer, keputusan ini didasari prinsip pembelaan diri kolektif bersama sekutu lama Inggris sekaligus langkah untuk melindungi keselamatan warga negaranya.
Ketegangan regional meningkat sejak Sabtu (28/2) pagi setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi keamanan Iran.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut bahkan membuat sejumlah negara Teluk menutup wilayah udaranya demi alasan keamanan.
Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sekaligus membentuk dewan sementara hingga pemimpin tertinggi pengganti ditetapkan.
Meski memberi izin penggunaan pangkalan militer, Starmer menegaskan Inggris tidak ikut terlibat dalam serangan awal terhadap Iran maupun operasi ofensif lanjutan.
“Kami tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam tindakan ofensif sekarang," katanya.
"Namun Iran menjalankan strategi 'bumi hangus', sehingga kami mendukung pembelaan diri kolektif sekutu kami dan warga kami di kawasan, karena itu adalah kewajiban kami kepada rakyat Inggris,” ujarnya.
Starmer menilai langkah tersebut merupakan “cara terbaik untuk menghilangkan ancaman mendesak” sekaligus mencegah konflik berkembang menjadi krisis yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Sumber: Anadolu_OANA