Jakarta (KABARIN) - Qualcomm resmi memperkenalkan prosesor wearable anyar dalam keluarga Elite, yaitu Snapdragon Wear Elite, yang dirancang khusus untuk smartwatch dan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan.
Mengutip Engadget pada Senin, chip ini disebut membawa lonjakan performa signifikan, dengan peningkatan kinerja CPU single-thread hingga lima kali lipat dibanding generasi sebelumnya.
Snapdragon Wear Elite dibuat dengan teknologi fabrikasi 3 nanometer yang fokus pada kecepatan sekaligus efisiensi daya. Prosesornya memiliki lima inti, terdiri dari satu inti utama berkecepatan 2,1GHz dan empat inti hemat daya 1,9GHz. Di sisi grafis, performa GPU diklaim melonjak hingga tujuh kali lebih cepat.
Chip ini juga dibekali unit pemrosesan saraf atau NPU terbaru yang dirancang untuk kebutuhan AI berdaya rendah, seperti pengenalan kata kunci dan peredam kebisingan. Snapdragon Wear Elite menjadi prosesor wearable Snapdragon pertama yang membawa Hexagon NPU khusus, dengan dukungan model AI hingga dua miliar parameter.
Qualcomm menyebut kemampuan ini memungkinkan hadirnya pengalaman AI yang lebih personal, mulai dari rekomendasi berbasis konteks, interaksi suara yang lebih natural, pencatatan aktivitas harian, hingga agen AI yang bisa membantu mengatur berbagai tugas pengguna.
Untuk perangkat Wear OS, penggunaan chip ini diklaim mampu meningkatkan daya tahan baterai hingga 30 persen, serta mendukung pengisian cepat sampai 50 persen hanya dalam 10 menit.
Dari sisi konektivitas, Snapdragon Wear Elite mendukung 5G reduced capability, Wi-Fi mikrodaya, NB-NTN untuk satelit, Bluetooth 6.0, GNSS, dan UWB. Meski begitu, produsen perangkat diberi opsi memilih varian chip tanpa beberapa fitur nirkabel tertentu sesuai kebutuhan produknya.
Qualcomm menyebut perangkat pertama yang memakai chip ini akan mulai dikirim dalam beberapa bulan ke depan. Sejumlah raksasa teknologi global yang disebut akan menggunakannya antara lain Google, Motorola, dan Samsung.
Sumber: Engadget