Pramono Angkat Bicara Soal Gaji Nakes Jakarta yang Dikabarkan Mandek 10 Tahun

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, buka suara soal isu gaji tenaga kesehatan di ibu kota yang disebut tidak naik selama 10 tahun.

Menurutnya, gaji nakes yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) justru rata-rata lebih tinggi dibanding rumah sakit lain di Jakarta.

“Kalau ASN-kan pasti naik. Yang di PPPK kita, saya mendapatkan laporan sebenarnya sudah lebih tinggi daripada rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di Rumah Sakit Pondok Indah. Yang lain kita sudah lebih tinggi,” kata Pramono di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Meski begitu, Pramono menegaskan akan menelaah ulang data tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Keluhan soal gaji nakes ini sebelumnya disuarakan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, dalam Rapat Kerja Komisi E terkait Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027. Justin menyoroti beban kerja nakes yang tinggi karena rasio tenaga kesehatan di Jakarta hanya 1,73 nakes per 1.000 penduduk, jauh dari standar SDG yang merekomendasikan 4,45 nakes per 1.000 penduduk.

"Nakes kita memikul beban kerja 2 sampai 3 kali lebih besar daripada yang semestinya,” jelas Justin.

Selain itu, Justin mengingatkan perjuangan nakes saat pandemi, termasuk banyaknya tenaga medis yang gugur saat menyelamatkan nyawa orang lain.

“Kita juga tidak bisa lupa terhadap pengorbanan yang dilakukan oleh nakes-nakes kita ketika menghadapi pandemi Covid-19. Sudah ada banyak yang gugur dalam menjalankan tugasnya menyelamatkan nyawa orang lain,” lanjutnya.

Justin juga menekankan inflasi yang membuat harga kebutuhan pokok naik sekitar 36 persen dalam 10 tahun terakhir, sementara gaji nakes tidak naik. Ia mendorong Pemprov DKI menyesuaikan gaji nakes, terutama bagi yang belum mencapai Upah Minimum Provinsi sesuai Keputusan Gubernur Nomor 1142 Tahun 2025.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka