WBA Resmi Umumkan Antonio Vargas sebagai Juara Dunia Kelas Bantam

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - World Boxing Association (WBA) resmi menetapkan Antonio Vargas sebagai juara dunia kelas bantam (53,5 kg) setelah Seiya Tsutsumi menyandang status Juara Reses akibat kondisi medis yang membuatnya tidak bisa berlatih dan bertanding dalam beberapa bulan terakhir.

"Keputusan tersebut diambil setelah meninjau dokumentasi yang diserahkan oleh tim Tsutsumi, termasuk laporan medis yang telah dievaluasi oleh Komite Medis WBA," demikian laporan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Senin.

Petinju asal Jepang itu merebut gelar juara dunia kelas bantam WBA pada Oktober 2024 dan berhasil mempertahankan sabuknya sebanyak dua kali. Namun, kondisi kesehatan yang dilaporkan timnya membuat Komite Medis WBA melakukan peninjauan sesuai aturan organisasi.

Mengacu pada Peraturan WBA C.22, seorang juara dapat diberikan status reses apabila tidak mampu mempertahankan gelarnya karena alasan medis, hukum, atau kondisi lain yang dapat dibenarkan di luar kendalinya.

Setelah melakukan evaluasi, komite memutuskan memberikan status tersebut kepada Tsutsumi untuk jangka waktu maksimal enam bulan.

Dengan keputusan itu, Antonio Vargas asal Texas, Amerika Serikat, yang sebelumnya berstatus juara interim, kini resmi diakui sebagai Juara Dunia Kelas Bantam WBA.

WBA juga telah mengizinkan Vargas menjalani pertahanan gelar sukarela melawan Jesse Rodríguez pada 13 Juni mendatang di Glendale, Arizona.

Pemenang pertarungan tersebut, atau Vargas jika laga berakhir imbang, wajib menghadapi Tsutsumi dalam kurun waktu enam bulan setelahnya.

Selain itu, WBA meminta Tsutsumi untuk terus mengirimkan laporan medis terbaru terkait proses perawatan, rehabilitasi, dan perkembangan pemulihannya.

Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Komite Medis WBA dalam menentukan kemungkinan kembalinya petinju Jepang itu ke kompetisi aktif.

WBA menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan atlet, sekaligus memastikan jalannya kompetisi tetap tertib dengan menyeimbangkan proses pemulihan juara yang cedera dan perkembangan persaingan di setiap divisi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka