Djokovic Akhiri Puasa Gelar di Indian Wells Setelah Sembilan Tahun

waktu baca 2 menit

Saya tahu sebelum pertandingan bahwa jika dia melakukan servis dengan baik dan memilih titik yang tepat, akan sulit untuk mematahkan servisnya. Dan memang itulah yang terjadi

Jakarta (KABARIN) - Novak Djokovic akhirnya mengakhiri penantian panjang sembilan tahun di Indian Wells setelah menaklukkan petenis Amerika Aleksandar Kovacevic 6-4, 1-6, 6-4 pada Selasa WIB dan memastikan tempatnya di babak keempat turnamen ATP Masters 1000 untuk pertama kali sejak 2017.

Mantan petenis nomor satu dunia itu menghadapi tantangan berat di pertandingan keduanya yang kembali harus dimainkan tiga set, setelah sebelumnya berjuang keras di laga pembuka melawan Kamil Majchrzak.

"Itu penampilan yang hebat dari Aleks. Kami saling mengenal. Kami berbicara bahasa yang sama. Seluruh keluarganya adalah orang Serbia," kata Djokovic dikutip dari ATP.

"Senang melihatnya bermain bagus. Dia telah memainkan turnamen yang hebat sejauh ini. Saya tahu sebelum pertandingan bahwa jika dia melakukan servis dengan baik dan memilih titik yang tepat, akan sulit untuk mematahkan servisnya. Dan memang itulah yang terjadi."

Meski sudah menjadi juara lima kali di Indian Wells, setara dengan Roger Federer, Djokovic mengakui bahwa beberapa musim terakhir dirinya kesulitan menemukan performa terbaiknya di gurun California.

Tahun lalu, ia bahkan kalah mengejutkan di babak pertama dari Botic van de Zandschulp dan harus mengatasi ketidaknyamanan fisik saat menang atas Majchrzak.

Di penampilannya yang ke-17 di turnamen ini, Djokovic terus melewati ujian berat dan kini akan menghadapi juara bertahan Jack Draper, yang sebelumnya mengalahkan Francisco Cerundolo 6-1, 7-5.

"Sejujurnya, saya tidak selalu menikmati pertandingan ini," kata Djokovic saat ditanya soal laga melawan Kovacevic. "Anda mencoba untuk unggul dalam kondisi seperti ini di mana Anda menghadapi lawan yang bermain tenis luar biasa. Tapi menang dengan susah payah, kan? Itulah yang penting. Saya senang bisa mengatasi tantangan hari ini."

Kovacevic, yang pertama kali bertemu idolanya Djokovic di Flushing Meadows 2005, memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.

Petenis Amerika itu menutup set pertama dengan kuat, memenangi 13 poin beruntun saat servis, lalu menyamakan kedudukan dengan penampilan gemilang di set kedua saat Djokovic sempat menurun performanya.

Di set penentu, Djokovic menstabilkan diri dan menemukan ritmenya meski sempat memegangi pergelangan kaki setelah poin panjang di gim ketiga.

Kemenangan ini menambah catatan impresif Djokovic, yang sudah menang 34 dari 35 pertandingan setelah memenangi set pertama, satu-satunya kekalahan terjadi dari Carlos Alcaraz di final Australian Open Januari lalu.

Dengan hasil ini, Djokovic kini menjadi petenis tertua kedua yang lolos ke babak keempat turnamen ATP Masters 1000 sejak 1990, hanya kalah dari Ivo Karlovic yang mencapai prestasi serupa di Indian Wells 2019 pada usia 40 tahun.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka