Ekonom Pastikan Pelemahan Rupiah ke Rp17.000 Cuma Sementara

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian bilang pelemahan rupiah yang nyaris menyentuh Rp17.000 per dolar AS cuma bersifat sementara dan lebih dipicu oleh kondisi global daripada ekonomi dalam negeri.

“Dalam kondisi shock global seperti sekarang, pasar keuangan biasanya bereaksi lebih cepat daripada fundamental ekonomi. Karena itu kita sering melihat rupiah bergerak melemah lebih dulu,” ujar Fakhrul di Jakarta, Selasa.

Fakhrul menjelaskan rupiah kerap mengalami fase overshooting sebelum akhirnya kembali stabil. Gejolak geopolitik, kenaikan harga energi, dan penguatan dolar AS bikin pasar merespons lebih cepat dibanding indikator ekonomi domestik.

Padahal kalau lihat indikator ekonomi dasar, situasinya masih cukup sehat. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan sektor keuangan relatif stabil.

“Kalau kita melihat indikator dasar ekonomi, pertumbuhan yang masih terjaga, inflasi yang relatif terkendali, dan stabilitas sektor keuangan yang masih baik, sebenarnya fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat,” katanya.

Di sisi lain, langkah pemerintah memperkuat kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dinilai tepat buat menambah likuiditas valas di dalam negeri. Tapi Fakhrul ingatkan, stabilitas rupiah nggak bisa cuma diandalkan pada satu kebijakan saja. Koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal tetap penting buat jaga kepercayaan pasar.

“Dalam sejarahnya, rupiah memang sering mengalami tekanan lebih dulu ketika dunia sedang bergejolak. Tetapi ketika tekanan eksternal mulai mereda dan pasar kembali melihat fundamental ekonomi dengan lebih jernih, rupiah juga memiliki kemampuan untuk pulih lebih cepat daripada yang banyak orang perkirakan,” katanya.

Perdagangan Selasa pagi menunjukkan rupiah mulai menguat 63 poin atau 0,37 persen menjadi Rp16.886 per dolar AS, menandakan respons pasar mulai menyesuaikan diri.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka