Jakarta (KABARIN) - PSIM Yogyakarta mengaku bangga salah satu pemainnya, yaitu kiper Cahya Supriadi, mendapat panggilan untuk memperkuat timnas Indonesia di FIFA Series 2026 pada 27 dan 30 Maret.
Cahya masuk dalam salah satu dari 41 nama skuad sementara pilihan pelatih John Herdman untuk persiapan mengikuti turnamen yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tersebut.
“Penting untuk dipahami bahwa status Cahya saat ini masuk dalam provisional squad. Ini adalah skuad awal yang didaftarkan PSSI sebelum pemilihan skuad akhir. Kami mengapresiasi proses ini dan sangat bangga identitas PSIM bisa muncul di level nasional setelah sekian lama kita berjuang hingga kembali ke kasta tertinggi," kata Manajer PSIM Razzi Taruna, dikutip dari laman resmi PSIM, Selasa.
“Mewakili manajemen PSIM, saya merasa sangat bangga dengan pemanggilan Cahya ke dalam provisional squad Tim Nasional Indonesia,” katanya menambahkan.
Di timnas, Cahya akan bersaing mendapatkan tempat utama dengan empat kiper lainnya, yaitu Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya).
Hanya tiga kiper yang biasanya masuk skuad final dalam satu pertandingan, dengan nantinya Indonesia akan melawan Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret, lalu melawan Bulgaria/Kepulauan Solomon pada 30 Maret.
Keberadaan nama Cahya dalam radar Herdman membawa kebanggaan tersendiri bagi manajemen PSIM Yogyakarta. Apalagi klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini baru saja kembali berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Meskipun ini adalah daftar besar yang berisi 41 pemain dan nantinya akan dikerucutkan menjadi dua puluhan nama, bagi kami ini adalah bentuk pengakuan luar biasa dari pelatih baru Timnas, John Herdman, untuk pemain kami Cahya Supriadi,” ucap Razzi.
Razzi berharap Cahya tetap menjaga fokus dan mentalitas bertandingnya selama mengikuti rangkaian agenda internasional. Di saat yang sama, ia juga berharap Cahya tak cepat puas dan senantiasa terus mau belajar.
“Harapan saya Cahya bisa lebih konsisten, lebih lapar dalam mengejar target, selalu rendah hati, dan mau belajar. Semoga nanti Cahya betul-betul berkesempatan masuk ke dalam skuad akhir dan bisa bermain untuk tim nasional senior,” ujar Razzi.
Adapun, pemanggilan kiper 23 tahun itu ke timnas bukanlah sebuah kebetulan. Pasalnya, ia tampil cukup solid mengawal gawang Laskar Mataram musim ini, dengan dia menjaga gawang timnya nirbobol dalam delapan laga dari 22 laga yang ia mainkan musim ini.
Cahya bukan wajah baru di tim Garuda karena ia sudah tiga kali memperkuat timnas, dengan dia juga menjadi andalan di tim nasional kelompok usia Indonesia seperti U-19, U-20, U-22, dan U-23 dengan jumlah 21 caps.
Sumber: ANTARA