Jakarta (KABARIN) - Perjalanan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah harus terhenti lebih awal pada babak pertama BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang, Rabu. Mereka kalah setelah duel sengit melawan pasangan unggulan keenam asal Prancis, Thom Gicquel dan Delphine Delrue.
Amri dan Nita menyerah dalam dua gim dengan skor 18-21 dan 21-23. Meski pertandingan berlangsung cukup berimbang, wakil Indonesia gagal memanfaatkan peluang pada poin-poin krusial.
"Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, ketenangan di poin-poin akhir karena kan tadi sebenarnya mainnya imbang. Dan bahkan kami sempat beberapa kali unggul. Hanya manage poin-poin akhirnya itu yang kalah, taktik strategi di poin-poin akhirnya," kata Amri dalam keterangan resmi PBSI seusai pertandingan.
Pada gim kedua, Amri dan Nita sempat memberikan perlawanan ketat dan beberapa kali menekan lawan. Namun, sejumlah kesalahan yang terjadi pada momen penting membuat mereka gagal memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga.
Nita menilai salah satu tantangan yang dihadapi berasal dari permainan pasangan Prancis yang beberapa kali memperlambat jalannya pertandingan. Menurutnya, hal itu cukup memengaruhi fokus dan kestabilan emosi mereka di lapangan.
"Kesalahan sendiri menjadi bumerang, kami kalah tenang juga di poin-poin akhir. Mereka bermain banyak cara dengan mengulur-ngulur waktu, sering minta istirahat, ganti bola yang sebenarnya masih ok, itu cukup mengganggu kami. Ini pelajaran buat kami untuk bisa maintain emosi, bisa lebih sabar lagi, fokusnya lebih ditahan lagi di situasi-situasi seperti ini," ujar Nita.
Meski harus menelan kekalahan, Nita mengaku sudah mengantisipasi variasi servis yang kerap digunakan pasangan Prancis, termasuk flick serve yang beberapa kali diarahkan untuk mengejutkan pertahanan Indonesia.
"Kalau flick servis mereka, saya sudah antisipasi karena memang mereka sering melakukan itu dilihat dari permainan sebelum-sebelumnya," kata Nita.
Sumber: ANTARA