Washington (KABARIN) - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa Iran menolak membahas program rudalnya dalam pembicaraan dengan Washington.
Dalam wawancara dengan Newsmax, Witkoff mengatakan sikap Iran tersebut menjadi batas tegas bagi Amerika Serikat dalam hubungan kedua negara.
"Mereka menolak untuk membicarakan rudal-rudal itu dan itu adalah batas kami; dan Anda sekarang dapat melihat alasannya," kata Witkoff kepada Newsmax.
Menurut Witkoff, ancaman nuklir menjadi isu yang sangat serius bagi Amerika Serikat. Meski begitu, Presiden Donald Trump disebut lebih fokus mendorong Iran untuk mengurangi persediaan rudalnya yang dinilai semakin besar.
Ia menilai kemampuan rudal Iran saat ini sudah berada pada level yang mengkhawatirkan karena berpotensi mengancam banyak negara di kawasan Timur Tengah.
"Mereka terlalu berlebihan dan dapat mengalahkan banyak negara di kawasan itu, dan itu menjadikannya ancaman eksistensial bagi kami," ujar Witkoff.
Ketegangan antara kedua pihak semakin meningkat setelah serangkaian serangan yang terjadi sebelumnya. Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan, menimbulkan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sumber: SPU