Jakarta (KABARIN) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif yang tidak berpihak pada blok mana pun, namun tetap menjalin hubungan baik dengan semua negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang digelar di Bandar Lampung dan diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu.
“Saya beruntung. Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-align. Politik non-blok. Kita bersahabat sama semua negara, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa sejak awal masa jabatannya, Indonesia tetap melanjutkan prinsip politik luar negeri yang telah digariskan para pendiri bangsa.
Menurut Prabowo, penerapan politik bebas aktif menjadi semakin penting di tengah situasi global yang diwarnai berbagai konflik, termasuk di Timur Tengah. Indonesia, kata dia, tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai kekuatan dunia seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China.
“Indonesia sekarang disukai. Indonesia dicari karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh,” ujarnya.
Prabowo juga menanggapi sorotan terhadap aktivitas kunjungan luar negeri yang dilakukannya. Ia menegaskan bahwa setiap perjalanan dilakukan atas dasar undangan dan untuk kepentingan nasional.
Selain itu, Indonesia juga aktif dalam berbagai forum internasional seperti APEC, OKI, G20, hingga BRICS sebagai bagian dari upaya memperkuat kepentingan nasional di tingkat global.
“Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah. Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik,” kata Prabowo.
Sumber: ANTARA