Washington (KABARIN) - Sejumlah negara di kawasan Teluk melaporkan sistem pertahanan udara mereka berhasil menggagalkan serangan drone dan rudal yang disebut berasal dari Iran. Tiga negara yang menyampaikan laporan tersebut adalah Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan pihaknya berhasil menjatuhkan dua pesawat tanpa awak yang mengarah ke area ladang minyak Shaybah di bagian tenggara negara itu. Drone tersebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai targetnya.
Melalui pernyataan lain yang diunggah di platform X, kementerian juga menyebut enam rudal balistik yang mengarah ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Selain itu, satu rudal lain juga berhasil dihentikan di wilayah timur Arab Saudi. Sistem pertahanan udara negara tersebut juga menghancurkan dua drone yang terdeteksi di provinsi Hafar al Batin.
Sementara itu, pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan mereka juga merespons ancaman rudal yang masuk ke wilayahnya. Otoritas setempat menegaskan kesiapan penuh untuk menghadapi berbagai ancaman demi menjaga keamanan wilayah serta melindungi warga negara dan penduduk.
Sejak awal serangan dari Iran, pihak berwenang di UEA mengklaim telah mendeteksi sekitar 1.475 drone. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.385 berhasil dihancurkan, sementara sekitar 90 lainnya dilaporkan jatuh di wilayah negara itu.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyebut sirene peringatan sempat diaktifkan setelah adanya ancaman serangan. Pemerintah setempat meminta warga tetap tenang dan segera menuju tempat yang dianggap aman.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 1.200 orang meninggal dunia dan lebih dari 10.000 lainnya mengalami luka.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan aset militer Amerika Serikat di beberapa wilayah serta sejumlah kota di Israel. Iran menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pertahanan diri.
Sumber: Anadolu_OANA