Jakarta (KABARIN) - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman menerima telepon dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu (11/3) untuk membahas eskalasi militer di Timur Tengah.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, pembicaraan itu menyoroti perkembangan ketegangan militer di kawasan serta dampaknya yang serius terhadap perdamaian regional dan global.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya segera menghentikan aksi militer karena berpotensi merusak keamanan dan stabilitas di kawasan, demikian keterangan kementerian.
Konflik ini bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Televisi pemerintah Iran bahkan mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.
Iran merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Sementara itu pada 10 Maret, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan yang menggunakan drone dan rudal balistik dari Iran.
Sumber: ANTARA