Thailand Mulai Lirik Minyak Rusia Usai AS Hentikan Sanksi

waktu baca 2 menit

Bangkok (KABARIN) - Pemerintah Thailand bersiap membuka pembicaraan dengan Rusia terkait kemungkinan pembelian minyak mentah setelah Amerika Serikat menghentikan sanksi terhadap ekspor minyak dari Moskow.

Wakil Perdana Menteri Thailand Phipat Ratchakiprakarn mengatakan kabar tersebut membuka peluang baru bagi sejumlah negara, termasuk Thailand, untuk menjalin kerja sama energi dengan Rusia.

“Ada kabar baik: dari pernyataan Amerika Serikat diketahui bahwa AS telah menghentikan boikot terhadap ekspor minyak Rusia, sehingga Thailand akan menjadi salah satu negara yang kini mulai bernegosiasi dengan Rusia untuk pembelian minyak mentah,” kata Ratchakiprakarn kepada wartawan, Jumat.

Ia menjelaskan pembahasan terkait rencana kerja sama tersebut nantinya akan dipimpin oleh Kementerian Energi Thailand.

Menurut Ratchakiprakarn, kondisi cadangan minyak mentah di Thailand saat ini masih tergolong aman. Stok yang tersedia disebut cukup untuk mendukung proses pengolahan minyak hingga sekitar 98 hari ke depan.

Meski begitu, situasi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu pasokan energi dari kawasan Teluk Persia. Selama ini wilayah tersebut memasok sekitar setengah dari total impor minyak Thailand, sementara sisanya berasal dari berbagai negara lain.

Ratchakiprakarn juga menyebut dirinya bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul serta jajaran kabinet terus mencari sumber pasokan energi alternatif untuk menjaga stabilitas kebutuhan dalam negeri.

Di sisi lain, pemerintah Thailand juga bersiap melakukan penyesuaian harga bahan bakar. Mulai 17 Maret, harga bensin akan naik secara bertahap setelah subsidi selama 15 hari untuk solar dan sebagian bensin dari dana minyak nasional berakhir.

Penyesuaian harga tersebut rencananya dilakukan secara berkala setiap minggu.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka