Film "Crocodile Tears" Siap Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 7 Mei 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Setelah keliling lebih dari 30 festival film internasional, film "Crocodile Tears" akhirnya akan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.

Sutradara Tumpal Tampubolon mengaku ide film ini muncul setelah menonton dokumenter di TV.

"Tayangan dokumenter di TV itu memperlihatkan seekor buaya betina yang menaruh anak-anaknya di dalam rahangnya. Ada sesuatu yang menakutkan sekaligus lembut dalam tindakan buaya itu," ujar Tumpal Tampubolon di Jakarta, Jumat.

Ia terinspirasi dari cara induk buaya melindungi anak-anaknya dari pemangsa dan ingin mengeksplorasi tema cinta dan bakti dalam keluarga melalui filmnya.

"Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan," tambah Tumpal.

Cerita film ini berpusat pada Johan dan Mama yang tinggal di sebuah taman buaya tua. Johan diperankan oleh Yusuf Mahardika, sementara Mama diperankan oleh Marissa Anita. Johan tumbuh di bawah pengawasan ketat ibunya hingga pertemuannya dengan Arumi, yang diperankan oleh Zulfa Maharani, mulai mengubah dinamika hubungan mereka. Sikap Mama semakin ganjil dan menegangkan seiring cerita berjalan.

Film ini menghadirkan kombinasi realisme magis dan ketegangan psikologis.

Tumpal memulai kariernya lewat film pendek dan debut panjangnya lewat "Crocodile Tears". Sebelumnya, film pendeknya "Laut Memanggilku" meraih "Sonje Award" untuk Film Pendek Terbaik di Wide Angle Busan International Film Festival 2021 dan dinobatkan Film Cerita Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2021.

Produser Mandy Marahimin menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan rumah produksi internasional untuk world premiere di Toronto International Film Festival 2024. Film ini juga diputar di BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, dan Torino Film Festival.

"Crocodile Tears" meraih berbagai penghargaan seperti "Direction Award" dan "Nongshim Award" di Jakarta Film Week 2025 serta Best Screenplay di Asian Film Festival Barcelona 2025. Proyek ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka