Kota Tua Yerusalem Dijaga Ketat, Jamaah Terpaksa Salat Tarawih di Jalan

waktu baca 2 menit

Yerusalem (KABARIN) - Situasi di Kota Tua Yerusalem dilaporkan semakin tegang setelah pasukan keamanan Israel mengerahkan ratusan personel di berbagai titik kawasan tersebut. Penempatan aparat dilakukan mulai dari wilayah Wadi al-Joz hingga area Gerbang Damaskus yang terhubung sampai Gerbang Singa.

Laporan dari Pemerintah Provinsi Yerusalem menyebutkan bahwa salat Isya dan Tarawih pada Minggu malam terpaksa dilakukan di ruas jalan sekitar Gerbang Herodes dan Gerbang Damaskus. Hal itu terjadi karena akses menuju seluruh area Kota Tua ditutup dengan penjagaan yang sangat ketat.

Penutupan juga diberlakukan di kompleks Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem. Hingga kini kawasan suci tersebut sudah ditutup selama lebih dari dua pekan sehingga jamaah Muslim Palestina tidak dapat masuk untuk menjalankan ibadah.

Pihak otoritas Israel menyatakan kebijakan itu berkaitan dengan situasi keamanan di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Akibat pembatasan tersebut, umat Muslim tidak diizinkan menggelar salat Tarawih maupun i’tikaf di dalam Masjid Al Aqsa selama beberapa hari terakhir bulan suci Ramadan.

Pembatasan ketat seperti ini disebut sebagai kejadian yang belum pernah terjadi sejak Israel menduduki Yerusalem pada tahun 1967.

Pemerintah Kegubernuran Yerusalem juga memperingatkan adanya peningkatan provokasi yang dipimpin oleh kelompok ekstremis Bukit Bait Suci terhadap Masjid Al Aqsa di tengah penutupan kawasan tersebut.

Menurut pihak kegubernuran, situasi yang terjadi tidak bisa dianggap sekadar langkah keamanan sementara seperti yang diklaim otoritas Israel. Mereka menilai kebijakan itu berkaitan dengan agenda politik dan ideologis yang berpotensi mengubah status keagamaan, sejarah, serta hukum yang selama ini berlaku di kompleks Masjid Al Aqsa.

Sumber: WAFA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka