Reshuffle Kabinet Prabowo Dinilai sebagai Konsolidasi Kekuatan Politik

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan menilai perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi kekuatan politik di dalam pemerintahan.

Dalam diskusi bertajuk Reshuffle Kabinet: Konsolidasi Kekuasaan atau Optimalisasi Kinerja? di Jakarta, Kamis, Syahganda menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi Presiden di tengah berbagai kekuatan yang dinilai berpengaruh dalam arah kebijakan negara.

“Kalau disebut konsolidasi, ya, pasti konsolidasi. Kenapa Presiden butuh konsolidasi? Karena pertarungan dia terhadap oligarki … terhadap kekuasaan-kekuasaan yang menghancurkan Indonesia, baik dari dalam maupun luar,” kata dia.

Ia juga menyampaikan pandangan bahwa dalam politik pemerintahan terdapat kekuatan tersembunyi yang disebut sebagai deep state, yakni aktor-aktor yang tidak terlihat tetapi memiliki pengaruh besar terhadap jalannya negara.

Menurutnya, reshuffle kabinet menjadi salah satu cara untuk memperkuat barisan pemerintahan dalam menghadapi dinamika tersebut. Ia juga menyoroti masuknya aktivis Jumhur Hidayat ke dalam kabinet sebagai Menteri Lingkungan Hidup sebagai bagian dari strategi penguatan politik.

Syahganda menilai langkah itu menunjukkan upaya membangun aliansi ideologis antara Presiden dan figur-figur dengan basis gerakan sosial tertentu.

“Mengambil Jumhur ke dalam lingkungan rezim itu pasti untuk kepentingan Prabowo melakukan penguatan, persekutuan, agar energi mereka dalam teori fisika itu adalah bagaimana resultan antara Jumhur yang mewakili satu kelompok progresif, ideologis, revolusioner bertemu dengan Presiden Prabowo yang juga revolusioner,” ujarnya.

Sementara itu, pakar ilmu pemerintahan Anton Permana menilai reshuffle dalam sistem politik Indonesia merupakan mekanisme yang wajar untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Ia menjelaskan bahwa karena tidak ada kekuatan politik yang benar-benar dominan, maka koalisi dan kompromi menjadi bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan agar tetap stabil.

Diketahui, Presiden Prabowo telah melakukan perombakan Kabinet Merah Putih untuk kelima kalinya sejak menjabat. Sejumlah posisi strategis diisi pejabat baru, termasuk penunjukan beberapa tokoh dari latar belakang aktivis dan militer dalam susunan kabinet terbaru.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka