Mereka mengkritisi saya karena mempunyai pemain yang lemah. Dua bulan yang lalu saya tidak percaya bahwa saya berada hingga sejauh ini
Jakarta (KABARIN) - Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa sukses meredam kritik setelah membawa timnya melewati dua lawan berat yang ditangani pelatih top Eropa.
Madrid sebelumnya menyingkirkan Benfica yang dilatih Jose Mourinho, lalu melanjutkan tren positif dengan mengalahkan Manchester City yang diasuh Pep Guardiola di Liga Champions.
Arbeloa mengaku sempat ragu bisa melangkah sejauh ini, apalagi banyak yang menilai skuadnya tidak cukup kuat untuk bersaing di level tertinggi.
"Mereka mengkritisi saya karena mempunyai pemain yang lemah. Dua bulan yang lalu saya tidak percaya bahwa saya berada hingga sejauh ini (di Liga Champions)," ujar Arbeloa.
Keberhasilan tersebut dipastikan setelah Madrid menang meyakinkan atas Manchester City dengan agregat 5-1 di babak 16 besar.
Meski berhasil mengalahkan tim sekelas City, Arbeloa menilai kemenangan itu bukan semata soal strategi di atas kertas. Ia menyebut pengalaman dan kualitas lawan seperti Guardiola tidak bisa dianggap enteng.
"Saya tidak melihat kemenangan tersebut. Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya akan menang di atas kertas dari pelatih seperti Guardiola, yang telah menjalani 1000 pertandingan dan berada di pelatih elit dan memenangkan banyak trofi," kata Arbeloa.
Menurutnya, hasil positif ini lebih banyak ditentukan oleh kerja keras para pemain yang mampu memanfaatkan celah dari lawan di lapangan.
"Jika kami telah memenangkan kualifikasi itu berkat kerja para pemain. Sebagai pelatih, saya selalu menganalisis lawan dan melihat bagaimana bisa menyakitinya," ujar Arbeloa.
Selanjutnya, Real Madrid akan menunggu lawan di babak perempat final yang masih diperebutkan antara Bayern Muenchen dan Atalanta.
Sumber: ANTARA