Bali Akan Disiapkan untuk Jadi Pusat Keuangan Internasional

waktu baca 3 menit

Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara,

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah mempersiapkan Bali sebagai pusat keuangan internasional atau International Financial Center (IFC).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali tengah dipercepat pengembangannya sebagai salah satu lokasi potensial pengembangan KEK sektor keuangan di Bali.

"Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Pemerintah saat ini tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali. KEK tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga penyediaan fasilitas yang mampu menarik investor global.

PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK Kura Kura Bali memaparkan keunggulan ekosistem Knowledge District sebagai lokasi strategis pengembangan KEK sektor keuangan.

Kawasan ini dirancang untuk membangun ekosistem inovasi terintegrasi dengan mengoptimalkan modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

KEK Kura Kura Bali juga menyiapkan ekosistem pendukung operasional pusat keuangan internasional melalui Business Hub yang dirancang sebagai titik temu program Global Blended Finance Alliance (GBFA), business school, serta jalur investasi unggulan di Indonesia.

Selain itu, Knowledge District akan diperkuat dengan Pusat Kewirausahaan dan Inovasi yang menjadi wadah pendidikan berkualitas, seperti sekolah interkultural ACS Bali, serta pengembangan riset lingkungan pesisir melalui International Mangrove Research Center (IMRC).

Ke depan, pengembangan KEK Kura Kura Bali akan dilanjutkan melalui penyelesaian sejumlah proyek strategis pada 2026.

Hingga triwulan I 2026, KEK tersebut mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Sementara, terkait KEK Sanur, Airlangga menyebut pengembangannya difokuskan untuk memperkuat ekosistem pariwisata kesehatan atau health tourism guna mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia.

Salah satu fasilitas unggulan adalah Bali International Hospital (BIH) yang telah beroperasi sejak April 2025 dan menyediakan berbagai layanan spesialis.

Hingga triwulan I 2026, jumlah kunjungan pasien tercatat sebanyak 14.950 orang, terdiri atas 60 persen warga negara asing (WNA) dan 40 persen warga negara Indonesia (WNI).

Pada kesempatan yang sama, The Solitaire Clinic di KEK Sanur dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026 dengan menghadirkan layanan cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, serta terapi sel punca anti-penuaan.

Secara kumulatif hingga triwulan I 2026, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.444 orang serta kunjungan wisatawan sebanyak 279.804 orang.

Capaian tersebut menegaskan peran strategis KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan sektor bernilai tambah tinggi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka