Uang BGN 93 persen itu langsung disalurkan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui virtual account ke seluruh SPPG di Indonesia yang jumlahnya sudah 25.574
Jakarta (KABARIN) - Badan Gizi Nasional menyebut Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi di berbagai daerah.
Hal ini terjadi karena anggaran besar program tersebut mengalir langsung ke daerah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan sebagian besar dana program disalurkan langsung dari pusat ke daerah menggunakan sistem virtual account yang terhubung dengan SPPG.
"Uang BGN 93 persen itu langsung disalurkan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui virtual account ke seluruh SPPG di Indonesia yang jumlahnya sudah 25.574. Jadi, dengan program ini terjadi pemerataan pengiriman uang di setiap daerah," ucap Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menyebut setiap SPPG rata-rata menerima sekitar Rp1 miliar setiap bulan yang kemudian digunakan dan berputar di wilayah masing-masing.
Sebagai contoh, di Jawa Barat dengan sekitar 5.000 SPPG, total dana yang beredar bisa mencapai Rp5 triliun dalam satu bulan.
"Jadi, 1 SPPG rata-rata akan menerima uang Rp1 miliar per bulan. Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp5 triliun per bulan. Dengan sekarang sudah berjalan 2,5 bulan, itu uang di Jawa Barat kurang lebih sudah beredar sekitar Rp11-12 triliun. Inilah yang menggerakkan roda ekonomi di setiap daerah," ucapnya.
Program ini juga dirancang untuk memanfaatkan potensi lokal, terutama dalam penyediaan bahan pangan yang diharapkan berasal dari daerah sekitar.
Dengan begitu, peluang usaha bagi petani, pelaku UMKM, hingga industri pangan lokal ikut terbuka.
Selain itu, keberadaan SPPG juga mendorong terciptanya lapangan kerja baru, mulai dari tenaga operasional hingga tenaga ahli seperti ahli gizi yang direkrut dari masyarakat setempat.
Dadan menilai kesadaran untuk memperkuat ekonomi lokal kini semakin meningkat, termasuk dari pemerintah daerah yang mulai mendorong penggunaan produk lokal.
"Saya harapkan terjadi satu pergerakan ekonomi sirkuler di satu daerah yang sekarang sudah mulai disadari oleh semua pihak, betapa pentingnya meningkatkan produktivitas lokal sehingga ekonomi di daerah akan berkembang. Sekarang sudah banyak kepala daerah yang menginginkan uang yang masuk ke satu daerah itu dibelanjakan dengan membeli bahan baku yang ada di daerah tersebut," ucap Dadan.
Untuk mendukung hal tersebut, BGN juga menempatkan tenaga ahli gizi di setiap SPPG yang berasal dari daerah setempat.
Langkah ini diharapkan membuat program berjalan lebih tepat sasaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Sumber: ANTARA