Jerman Sebut Serangan AS-Israel Terhadap Iran Langgar Hukum Internasional

waktu baca 2 menit

Berlin (KABARIN) - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melontarkan kritik keras terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional sekaligus kesalahan politik yang fatal.

Pernyataan itu disampaikan Steinmeier pada Selasa (24/3) dalam acara peringatan 75 tahun pembentukan kembali Kementerian Luar Negeri Jerman.

Menurutnya, konflik tersebut sebenarnya bisa dihindari. Ia menilai perang tidak diperlukan, apalagi jika tujuannya hanya untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Steinmeier menegaskan bahwa hukum internasional harus tetap menjadi dasar dalam hubungan global, termasuk bagi Jerman dan negara-negara Eropa. Tanpa aturan yang jelas, dunia—terutama Eropa—bisa kehilangan arah.

Ia juga mengingatkan bahwa Uni Eropa dibangun di atas prinsip hukum dan keteraturan, sehingga pelanggaran seperti ini berpotensi menggoyahkan fondasi tersebut.

Di sisi lain, Steinmeier menyoroti adanya keretakan dalam hubungan transatlantik sejak dimulainya masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump. Kondisi ini dinilai memicu kebutuhan bagi Eropa untuk lebih mandiri.

Ia pun mendorong Jerman dan negara-negara Eropa lainnya untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, terutama dalam sektor keamanan dan teknologi.

"Mewujudkan kedaulatan Eropa di bidang pertahanan dan teknologi adalah sebuah proyek yang akan memakan waktu beberapa generasi untuk diselesaikan," ujar Steinmeier.

Meski membutuhkan waktu panjang, ia menegaskan bahwa tantangan besar ini tidak boleh lagi dijadikan alasan untuk menunda langkah konkret.

Sumber: Xinhua

TAG:
Bagikan

Mungkin Kamu Suka