Istanbul (KABARIN) - Iran melontarkan ajakan besar ke negara-negara di Timur Tengah untuk membentuk aliansi keamanan dan militer baru tanpa melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Seruan ini disampaikan di tengah situasi kawasan yang makin panas.
Juru bicara Markas Besar Khatam Al Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan pesan tersebut melalui video yang ditujukan ke dunia Arab dan Islam, Rabu.
"Waktunya telah tiba untuk mendirikan sebuah aliansi militer tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel," kata Zolfaghari.
Ia menilai serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran menandai “fase baru” dalam konflik kawasan. Dalam konteks ini, Iran memposisikan diri berada di garis depan dalam membela negara-negara Islam.
Zolfaghari juga menekankan pentingnya kemandirian negara-negara Timur Tengah dalam menjaga keamanan, tanpa bergantung pada kekuatan asing. Ia mengajak negara-negara di kawasan untuk kembali menjadikan nilai-nilai Al Quran sebagai dasar dalam membangun kerja sama keamanan.
"Kita harus bersatu untuk menjamin keamanan kita dan bergerak menuju suatu kesepakatan keamanan bersama yang menjadikan Islam dan Al Quran sebagai acuan, inti, dan landasan ajek," ujarnya.
Ajakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Sumber: ANAD