Prabowo Jadwalkan Terima Kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim pada Jumat Sore

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta pada Jumat sore. Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi intens antara kedua negara dalam merespons situasi global.

Informasi yang beredar menyebutkan, pembahasan akan menyoroti berbagai isu penting, termasuk kondisi geopolitik terbaru yang tengah memanas.

"Perdana Menteri Dato' Seri Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta, Republik Indonesia, pada 27 Maret 2026, atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Pemerintah Malaysia menjelaskan, fokus utama pembicaraan akan mengarah pada perkembangan konflik di kawasan Asia Barat serta dampaknya terhadap stabilitas regional dan ekonomi dunia. Indonesia dan Malaysia dinilai perlu menyamakan langkah dalam menghadapi situasi tersebut.

Pertemuan ini juga diharapkan bisa memperkuat koordinasi kedua negara dalam menjaga jalur perdagangan global dan rantai pasok yang penting bagi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, kedua pemimpin diperkirakan akan menegaskan pentingnya peran ASEAN sebagai kekuatan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah kondisi global yang tidak menentu.

Di sisi lain, kunjungan ini juga berdampak pada lalu lintas di ibu kota. Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa jalan di sejumlah ruas utama untuk mendukung kelancaran perjalanan tamu negara.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komarudin mengatakan penutupan jalan hanya dilakukan sementara saat rombongan melintas.

"Sama seperti pengamanan VVIP lainnya, penutupan hanya saat rangkaian (rombongan) kebesaran melintas," kata Komarudin.

Sejumlah jalan yang akan terdampak antara lain kawasan Halim Perdanakusuma hingga pusat kota seperti Sudirman dan Thamrin pada sore hari.

Pertemuan ini bukan yang pertama bagi kedua pemimpin. Sebelumnya, mereka juga sempat bertemu dalam agenda konsultasi tahunan yang menghasilkan berbagai kesepakatan penting terkait hubungan bilateral dan peran kawasan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka