Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan mengumumkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebelum akhir Maret.
“Akan diumumkan (kebijakan WFH) sebelum akhir bulan (Maret),” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat.
Kebijakan ini dibuat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak di tengah tekanan harga energi global.
Skema WFH direncanakan berlaku satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara, termasuk PNS dan PPPK. Untuk sektor swasta, kebijakan ini bersifat imbauan.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan tanggal pasti pengumuman.
“Kira-kira minggu ini,” ujarnya.
Kebijakan WFH akan diterapkan setiap Jumat sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia yang terdampak ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan soal WFH sudah final dan pengumumannya akan dilakukan pemerintah.
“Sudah diputuskan, nanti diumumkan, bukan saya yang ngomong, bukan saya (mengumumkan) nanti, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto),” kata Purbaya.
Terkait target penurunan konsumsi BBM hingga 20 persen, Purbaya menyebut perhitungannya menunjukkan potensi penghematan, meski belum pasti.
Ia menilai dampak WFH tidak hanya dari sisi penghematan energi tapi juga mendorong aktivitas ekonomi.
“Hemat saya mungkin enggak di sananya, karena ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik. Tapi kalau pajak saya juga naik, selaras dengan itu kan saya untung juga,” tuturnya.
Sumber: ANTARA