Kuala Lumpur (KABARIN) - Pemerintah Malaysia terus berupaya melakukan penghematan energi secara rasional di berbagai sektor, salah satunya di instansi pemerintah, dengan mengatur ketentuan suhu minimal pendingin ruangan (AC).
"Pengendalian penggunaan energi di gedung-gedung pemerintah akan diperketat. Suhu pendingin ruangan ditetapkan pada minimum 24 derajat Celcius," ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof dalam pernyataan khusus yang disiarkan televisi lokal, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.
Fadillah Yusof yang juga merupakan Menteri Peralihan Energi dan Transformasi Air menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia mengimbau aparatur sipil negara untuk mengenakan pakaian yang lebih sesuai dengan iklim setempat seperti batik, kemeja korporat atau baju Melayu untuk mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan yang berlebihan.
"Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memimpin dengan memberi teladan dalam penggunaan energi secara bijak," kata dia.
Dia menekankan bahwa pemerintah Malaysia memastikan masyarakat senantiasa mendapatkan informasi atas kebijakan pemerintah. Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan secara berkala dan transparan.
"Masyarakat berhak mengetahui langkah-langkah yang diambil, dan pemerintah akan terus berkomunikasi dengan jelas tanpa menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu," jelas dia.
Dia menyampaikan bahwa pasokan energi Malaysia saat ini masih mencukupi dan stabil. Langkah yang diambil pemerintah saat ini adalah dalam rangka antisipasi atas dampak yang dapat ditimbulkan akibat krisis Timur Tengah.
Dia menegaskan agar semua pihak tidak menyebarkan atau membagikan informasi yang tidak benar yang dapat menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.
Sumber: ANTARA