Jakarta (KABARIN) - Gennaro Gattuso memutuskan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Timnas Italia setelah tim yang ia tangani tidak berhasil melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah ada kesepakatan bersama antara Gattuso dan FIGC untuk menghentikan kerja sama lebih cepat dari rencana awal.
"Dengan berat hati, karena gagal mencapai tujuan yang telah kami tetapkan, saya menganggap masa jabatan saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir. Jersei Azzurri (julukan timnas Italia-red) adalah aset paling berharga dalam sepak bola. Oleh karena itu sudah tepat untuk mempermudah evaluasi teknis di masa depan sejak awal," ujar Gattuso.
Langkah mundur ini mengikuti keputusan dua petinggi sepak bola Italia sebelumnya, yakni Presiden FIGC Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon yang juga memilih melepas jabatan mereka.
Gattuso mengaku bangga pernah memimpin tim nasional dan bekerja bersama para pemain yang dinilainya punya komitmen tinggi.
"Terima kasih terbesar saya tujukan kepada para penggemar, kepada semua warga Italia yang tidak pernah gagal menunjukkan cinta dan dukungan mereka kepada tim nasional selama beberapa bulan ini. Selalu dengan Azzurri di hati saya," kata Gattuso.
Di sisi lain, Gravina menyampaikan apresiasi atas kontribusi Gattuso selama menangani tim.
"Selain sebagai pribadi yang istimewa, dia telah memberikan kontribusi berharga sebagai pelatih, berhasil membangkitkan kembali antusiasme terhadap tim nasional hanya dalam beberapa bulan. Dia telah menanamkan rasa bangga yang besar pada para pemain dan seluruh negeri terhadap seragam biru tim nasional," tutur Gravina.
Italia dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Timnas Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti pada laga final play off kualifikasi zona Eropa.
Hasil ini menambah catatan buruk bagi Italia yang sudah tiga kali beruntun tidak tampil di putaran final Piala Dunia setelah sebelumnya juga absen pada edisi 2018 dan 2022.
Gattuso sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih pada Juni 2025 dengan target membawa Italia kembali ke panggung dunia.
Sumber: ANTARA