Pelari dituntut bisa membangun strategi menyikapi medan, bentang alamnya unik ada rawa itu menjadi tantangan tersendiri bagi peserta
Kabupaten Kerinci (KABARIN) - Ratusan pelari dari dalam dan luar negeri ambil bagian dalam ajang lari lintas alam Kerinci 100 yang digelar di Kabupaten Kerinci, Jambi. Para peserta menjajal rute menantang yang melintasi Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, hingga kawasan rawa pegunungan di Taman Nasional Kerinci Seblat.
Salah satu peserta kategori 100 kilometer asal Rusia, Alexey Serebryakov, mengaku terkesan dengan lanskap alam Kerinci. Ia yang saat ini tinggal di Bali menyebut kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri.
"Good mountain, and I love Sumatra. I live in Bali, from Russia. Yeah, and I don't know, I love people. (Gunung yang bagus, dan saya suka Sumatra. Saya tinggal di Bali, berasal dari Rusia. Ya, dan entahlah, saya suka orang-orangnya)," kata Alexey.
Peserta lain dari kategori 70 kilometer, Anak Agung Istri Agung Wida Purnama Dewi, menyebut keikutsertaannya lebih kepada pengalaman pribadi. Ia ingin mencapai puncak Gunung Kerinci tanpa membebani diri dengan target juara.
"Cuma ingin menggapai puncak (Gunung Kerinci) saja, sama sekali tidak menargetkan juara ya," ujarnya.
Pihak penyelenggara melalui Direktur Operasi, Dian Ersukmara, menjelaskan bahwa keunikan lomba ini terletak pada rute yang mencapai puncak gunung api tertinggi di Indonesia. Selain itu, karakter lintasan di kawasan Kerinci yang belum banyak terdokumentasi justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari.
Menurutnya, peserta dituntut mampu menyusun strategi karena medan yang dilalui cukup beragam, mulai dari jalur pegunungan hingga kawasan rawa yang tidak biasa ditemui di lomba sejenis.
Berdasarkan data panitia, total peserta mencapai 243 orang. Dari jumlah tersebut, 56 di antaranya merupakan pelari internasional yang berasal dari 12 negara, sementara sisanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Lomba ini terbagi dalam beberapa kategori jarak, mulai dari 12 kilometer hingga 100 kilometer, yang masing masing menawarkan tingkat kesulitan berbeda bagi para peserta.
Sumber: ANTARA