Jakarta (KABARIN) - Pabrikan otomotif asal China, Geely, lewat sub-mereknya Lynk & Co, mulai unjuk gigi soal teknologi pengisian daya super cepat yang diklaim mampu melampaui milik BYD.
Persaingan ini muncul tidak lama setelah BYD memperkenalkan teknologi baterai terbaru mereka yang dikenal dengan Blade Battery 2.0 serta sistem flash charging berdaya besar yang sebelumnya disebut sebagai salah satu yang tercepat di industri.
Dalam pengujian yang dilaporkan, model Lynk & Co 10 menunjukkan performa pengisian yang impresif. Baterai bisa terisi dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar empat menit lebih sedikit, lalu mencapai 80 persen dalam waktu sekitar lima setengah menit, dan hampir penuh dalam kurang dari sembilan menit.
Catatan tersebut sedikit lebih unggul dibandingkan teknologi milik BYD yang membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk mencapai 70 persen dan sembilan menit untuk hampir penuh.
Saat diuji, sistem ini mampu menghasilkan daya puncak hingga 1.100 kW. Bahkan ketika baterai sudah terisi 80 persen, daya pengisian masih stabil di atas 500 kW.
Pengujian dilakukan menggunakan stasiun pengisian ultra cepat milik Zeekr versi V4 yang sudah dilengkapi teknologi pendingin cair untuk menjaga suhu tetap stabil saat proses pengisian berlangsung.
Meski hasilnya menjanjikan, Geely belum memberikan kepastian kapan teknologi ini akan diterapkan secara luas. Saat ini, jaringan pengisian milik mereka sudah mencakup ribuan titik yang tersebar di ratusan kota di China.
Di sisi lain, BYD juga terus memperluas infrastrukturnya dengan ribuan stasiun pengisian cepat dan menargetkan jumlah yang jauh lebih besar dalam waktu dekat.
Persaingan teknologi ini menunjukkan bahwa industri mobil listrik makin kompetitif, terutama dalam hal efisiensi waktu pengisian yang jadi salah satu faktor penting bagi pengguna kendaraan listrik.
Sumber: Carnewschina