Jakarta (KABARIN) - Promotor pertandingan Clash of Legends dari Senyawa Entertainment mengungkapkan bahwa proses untuk menghadirkan Patrick Kluivert ke Indonesia tidak berjalan mudah dan membutuhkan usaha besar sebelum akhirnya sang legenda sepak bola bersedia datang.
Kluivert dijadwalkan menjadi bagian dari skuad legenda Barcelona yang akan tampil menghadapi DRX World Legends pada 18 April mendatang di Indonesia.
CEO Senyawa Entertainment Reza Subekti mengatakan awalnya tidak mudah meyakinkan Kluivert untuk kembali tampil di Indonesia, mengingat masih adanya reaksi keras dari sebagian suporter sepak bola Tanah Air terkait kegagalannya bersama timnas Indonesia.
“Cukup sulit memang awalnya untuk meyakinkan Coach Patrick untuk tampil kembali. Akhirnya kami sempat ketemu dan saya mencoba meyakinkan dia, dan akhirnya dia setuju untuk datang ke sini,” kata Reza Subekti dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada Rabu.
Reza juga menilai bahwa kegagalan Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Kluivert. Ia menyebut dari sisi peringkat FIFA, Indonesia memang berada di bawah Arab Saudi dan Iran yang menjadi lawan di fase kualifikasi.
Meski memahami kekecewaan sebagian suporter, pihak promotor memastikan keamanan Kluivert selama berada di Indonesia tetap menjadi prioritas utama.
“Jadi saya bilang ke Patrick, datang, saya jamin keamanan Patrick Kluivert di Indonesia. Saya juga mengajak semua warga negara Indonesia, kita bangsa beradab, jangan ada tindakan mencela dan merugikan Indonesia di mata dunia,” ujar Reza.
Dalam ajang tersebut, Kluivert akan memperkuat tim legenda Barcelona bersama sejumlah nama besar seperti Philip Cocu, Vitor Baia, dan Javier Saviola.
Mereka akan berhadapan dengan DRX World Legends yang dihuni deretan legenda dunia seperti Alessandro Del Piero, Fabio Cannavaro, dan Franck Ribery di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Sebelumnya, timnas Indonesia dipastikan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi terbawah pada putaran kualifikasi dengan catatan tanpa poin dari dua pertandingan. Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak pada Oktober 2025.
Usai hasil tersebut, PSSI kemudian memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Kluivert beserta staf kepelatihan yang terdiri dari Alex Pastoor dan Danny Landzaat pada 16 Oktober 2025.
Sumber: ANTARA