Teheran (KABARIN) - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa mereka tetap akan merespons setiap serangan terhadap Iran meskipun Amerika Serikat dan Teheran telah mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa mereka tidak akan mudah percaya pada janji yang ada dan siap memberikan respons lebih keras jika terjadi agresi.
"Para pelindung bangsa Iran yang tanpa pamrih kini telah melaksanakan perintah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Kami tidak percaya pada janji. Kami akan menanggapi setiap agresi, bahkan di tingkat yang lebih tinggi," menurut pernyataan tersebut.
IRGC juga menegaskan bahwa Iran akan selalu berada dalam kondisi siaga dan siap melakukan balasan jika diserang kembali.
Di sisi lain IRGC disebut telah melancarkan gelombang ke 100 dari Operasi True Promise 4 pada malam sebelumnya. Dalam operasi tersebut lebih dari 25 target strategis diklaim terkena serangan termasuk 13 fasilitas energi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Sejumlah fasilitas yang disebut menjadi sasaran antara lain pabrik petrokimia milik perusahaan Amerika Serikat ExxonMobil dan Dow Chemical di Arab Saudi, fasilitas minyak milik perusahaan Amerika di pelabuhan utama Yanbu, serta fasilitas ExxonMobil di Qatar.
Selain itu serangan juga diklaim menyasar fasilitas Bapco di Bahrain, kilang minyak milik Amerika di Uni Emirat Arab, fasilitas minyak di Pelabuhan Fujairah, kilang Al Ahmadi di Kuwait, fasilitas Dolphin Gas Company di Qatar, area minyak Zirku di Uni Emirat Arab, serta beberapa lokasi lain yang disebut oleh IRGC.
Sumber: SPU