AS Dorong Pakistan Jadi Jembatan Pembicaraan Gencatan Senjata Iran

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - United States dilaporkan meminta bantuan Pakistan dalam beberapa pekan terakhir untuk mendorong Iran agar bersedia menerima kesepakatan gencatan senjata. Informasi ini muncul berdasarkan laporan media The Financial Times pada Rabu 8 April.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak 21 Maret telah mendorong tercapainya gencatan senjata. Salah satu alasannya karena Washington ingin jalur strategis Selat Hormuz kembali dibuka di tengah tekanan kenaikan harga minyak dunia.

AS dan Pakistan menilai bahwa Iran berpeluang lebih besar untuk menerima usulan tersebut jika disampaikan langsung oleh Islamabad. Hal ini karena Pakistan dianggap sebagai negara tetangga dengan mayoritas Muslim yang tetap menjaga posisi netral di tengah konflik.

Sebelumnya pada akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke sejumlah titik di Iran termasuk wilayah Teheran. Serangan itu menimbulkan kerusakan serta korban jiwa dari kalangan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut membuat ketegangan meningkat dan berdampak pada terganggunya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dan gas dunia. Kondisi ini ikut mendorong kenaikan harga energi di berbagai negara.

Pada Selasa 7 April, Trump menyetujui adanya gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu dan menyebut bahwa Iran juga telah sepakat membuka kembali Selat Hormuz.

Sementara itu Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyampaikan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Washington akan dimulai pada Jumat 10 April di Islamabad Pakistan.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka