Inovasi IPB: Ayam Kampung Bisa 1 Kg dalam 40 Hari Berkat Pakan Probiotik

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Langkah besar menuju modernisasi peternakan Indonesia kembali terlihat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan sinyal kuat dukungan terhadap inovasi pakan ayam probiotik hasil riset IPB University.

Tak sekadar apresiasi, ia bahkan siap membawa inovasi ini ke Presiden Prabowo Subianto jika terbukti memenuhi target di lapangan. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa riset kini benar-benar diarahkan untuk memberi dampak nyata.

Bayangkan ayam kampung yang biasanya butuh waktu lama untuk besar, kini bisa mencapai bobot 1 kilogram hanya dalam 30–40 hari.

Bagi dunia peternakan, ini bukan sekadar inovasi—ini potensi revolusi.

Menurut Mentan, percepatan pertumbuhan ini bisa menjadi game changer bagi peternak:

  • Waktu panen lebih singkat
  • Biaya produksi lebih efisien
  • Potensi keuntungan meningkat

Inovasi ini dikembangkan oleh peneliti IPB, Ivan Taufik Nugraha, yang merancang pakan berbasis probiotik dan antikoksi.

Apa keunggulannya?

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan ayam
  • Mempercepat pertumbuhan bobot badan
  • Meningkatkan produksi dan bobot telur hingga 20–30%

Tak hanya itu, penggunaan probiotik membantu penyerapan nutrisi lebih optimal—bahkan berdampak pada lingkungan kandang yang lebih bersih dan minim bau.


Solusi untuk Penyakit Mematikan

Salah satu tantangan terbesar peternak adalah penyakit koksidiosis—infeksi yang bisa menyebabkan diare parah hingga kematian massal dalam kandang.

Lewat pendekatan antikoksi dalam pakan, risiko ini dapat ditekan secara signifikan. Artinya:

  • Ayam lebih sehat
  • Risiko kerugian menurun
  • Produktivitas lebih stabil

Yang menarik, pemerintah tidak ingin inovasi ini berhenti di laboratorium.

Dukungan dari Kementerian Pertanian membuka peluang:

  • Produksi massal pakan inovatif
  • Penyerapan hasil riset oleh negara
  • Peningkatan kesejahteraan peternak

Ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan akademisi bisa menciptakan solusi konkret bagi sektor pangan.

Inovasi seperti ini menunjukkan arah baru peternakan Indonesia: lebih efisien, lebih sehat, dan berbasis teknologi.

Jika berhasil diterapkan secara luas, bukan tidak mungkin Indonesia bisa:

  • Mengurangi ketergantungan impor
  • Meningkatkan daya saing produk peternakan
  • Menjadi pemain penting di sektor pangan global

Dari kandang hingga meja makan, perubahan besar bisa dimulai dari satu inovasi sederhana: pakan yang lebih cerdas.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka